Melly Mulyani dan Perjalanan Menulis Surat dari Emosi yang Tak Terucap

Berita69 Dilihat

Kabar Lamongan – Bagi sebagian orang, menulis surat mungkin terasa seperti kebiasaan yang mulai jarang dilakukan. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Melly Mulyani. Melalui ajang lomba Nulis Quotes, ia menemukan ruang untuk terus menulis surat sembari menuangkan perasaan yang selama ini sulit ia ucapkan secara langsung.

Perjalanan di Nulis Quotes

Di luar aktivitas menulis, kesehariannya ia isi dengan bekerja. Waktu luangnya sering ia manfaatkan untuk membaca dan mendengarkan musik. Bagi Melly, dua kegiatan tersebut kerap memantik inspirasi dan ide baru untuk ia kembangkan menjadi sebuah tulisan.

Keikutsertaannya di lomba Nulis Quotes sendiri sudah berjalan sejak Batch 15 V2. Sejak saat itu, ia beberapa kali berhasil menyandang status sebagai penulis terpilih.

Perjalanan panjang itu akhirnya berbuah manis saat Melly ikut serta di lomba Batch 17 V2. Pada kesempatan itu, ia berhasil meraih posisi juara 3. Sebuah hasil yang menurutnya cukup membanggakan, mengingat proses panjang yang telah ia lalui sebelumnya.

Musik, Pengalaman, dan Sumber Inspirasi

Soal inspirasi tulisannya, Melly mengaku sebagian surat yang ia tulis lahir dari mendengarkan musik, serta pengalaman-pengalaman kecil dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, dari hal-hal sederhana semacam itulah ia sering menemukan cerita dan emosi yang kemudian ia tuangkan ke dalam tulisan.

“Saya menemukan banyak cerita dan emosi yang kemudian saya tuangkan dalam bentuk tulisan,” ungkapnya.

Berawal dari SMP dan Dorongan Teman

Kecintaan Melly pada dunia tulis-menulis ternyata sudah tumbuh sejak ia masih duduk di bangku SMP. Namun, keberanian untuk mengirimkan karyanya ke sebuah kompetisi baru muncul setelah ia menemukan akun Instagram Nulis Quotes.

Di titik itu, dorongan juga datang dari lingkungan terdekatnya, beberapa teman yang mendukungnya untuk lebih percaya diri mengirimkan karya ke ajang perlombaan. Dukungan dari lingkaran pertemanan itu, menurut Melly, memang menjadi salah satu support system yang berarti dalam perjalanan menulisnya.

Menulis dari Emosi yang Meluap

Setiap penulis biasanya punya cara tersendiri dalam melahirkan karya, begitu pula dengan Melly. Ia mengaku memiliki kebiasaan menulis justru ketika perasaannya sedang meluap. Saat emosi terasa begitu kuat, bahkan sampai membuatnya menangis, ia langsung menuangkannya ke dalam tulisan.

Baginya, menulis menjadi cara untuk mengekspresikan apa yang sulit ia ucapkan secara lisan, sehingga setiap karyanya lahir dari emosi yang benar-benar ia rasakan pada saat itu.

Mengatur Waktu di Tengah Kesibukan Kerja

Soal hambatan, Melly mengatakan sejauh ini tidak ada kendala berarti selain keterbatasan waktu, mengingat ia harus membagi perhatian dengan pekerjaannya.

Untuk menyiasatinya, begitu penyelenggara mengumumkan tema lomba, ia biasanya langsung mulai menulis pada malam hari sepulang kerja. Satu surat, menurutnya, bisa menghabiskan waktu beberapa jam, sebagian besar terpakai untuk mencari inspirasi yang tepat.

Pernah Coba Cerpen, Tetap Setia pada Surat

Menariknya, menulis surat bukan satu-satunya jenis karya yang pernah Melly geluti. Ia mengaku pernah mencoba mengikuti lomba menulis cerpen dan berhasil terpilih menjadi penulis terpilih di ajang tersebut. Meski begitu, untuk saat ini ia mengaku masih lebih nyaman menulis dalam bentuk surat.

Alasannya, surat terasa lebih personal dan lebih berfokus pada perasaan daripada plot cerita. Emosi juga menurutnya lebih mudah keluar ketika menuangkannya dalam bentuk percakapan, sekaligus memberi ruang baginya untuk menjadi apa adanya.

Harapan untuk Nulis Quotes

Menutup perbincangan, Melly menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Nulis Quotes yang telah menghadirkan ruang bagi para penulis untuk mengekspresikan diri melalui surat. Baginya, pengalaman mengikuti lomba ini sangat berkesan karena memberinya wadah untuk menyampaikan perasaan, pengalaman, dan cerita.

Ia pun berharap Nulis Quotes dapat terus berkembang ke depannya, menghadirkan lebih banyak kegiatan yang menginspirasi, serta menjadi tempat yang nyaman bagi para penulis untuk terus berkarya dan saling mengapresiasi satu sama lain.

“Terima kasih untuk Nulis Quotes sudah menghadirkan ruang bagi para penulis untuk mengekspresikan diri melalui surat,” pesannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *