Masih Sepi Peminat, Penukaran Uang Baru di Lamongan Tunggu Momen THR

Bisnis115 Dilihat

Kabar Lamongan – Memasuki pertengahan bulan Ramadan, aktivitas jasa penukaran uang pecahan baru sudah mulai terlihat di kawasan pusat Kota Lamongan. Sejumlah penyedia jasa memilih membuka lapak lebih awal sebagai strategi jemput bola untuk menarik pelanggan, khususnya mereka yang sudah menjadi langganan setiap tahunnya.

Salah satunya adalah Didit. Ia mengaku sengaja membuka layanan lebih dini, bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan cepat, melainkan sebagai bentuk pemberitahuan kepada pelanggan lama maupun calon pelanggan baru bahwa jasanya sudah kembali beroperasi.

“Baru buka dua hari ini, Mas. Memang masih sepi,” ujar Didit, dikutip dari Radar Lamongan.

Menurutnya, kondisi saat ini belum menunjukkan lonjakan permintaan. Justru karena masih awal Ramadan, stok uang pecahan baru masih tergolong lengkap. Kebanyakan warga yang melintas hanya berhenti sebentar untuk melihat atau menanyakan tarif jasa terbaru.

Didit menjelaskan, tarif penukaran untuk nominal Rp100 ribu saat ini dipatok Rp20 ribu. Besaran tersebut sama seperti tarif yang ia berlakukan tahun lalu.

Ia memperkirakan peningkatan jumlah penukaran baru akan terjadi saat Ramadan memasuki hari ke-20. Biasanya, pada periode tersebut gaji bulanan dan Tunjangan Hari Raya (THR) mulai cair, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan baru ikut meningkat.

Soal pecahan yang paling diminati, Didit menyebut nominal kecil tetap menjadi favorit sejak awal ia membuka lapak. Pecahan Rp5 ribu, R10 ribu, dan Rp20 ribu paling banyak dicari. Uang-uang tersebut umumnya tidak untuk disimpan, melainkan langsung dipersiapkan untuk dimasukkan ke dalam amplop zakat maupun angpau Lebaran.

Hal senada disampaikan Andi, penyedia jasa penukaran uang baru lainnya di kawasan tersebut. Ia juga mengakui bahwa hingga kini permintaan masih tergolong minim. Namun, ia optimistis suasana akan berubah ketika THR sudah cair dan Lebaran semakin dekat.

“Sekarang masih sepi. Biasanya nanti ramai setelah THR keluar,” kata Andi.

Untuk jasa penukaran Rp100 ribu, Andi mematok biaya Rp15 ribu. Ia berharap dalam beberapa pekan ke depan, aktivitas penukaran uang di Lamongan semakin ramai seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menyambut Hari Raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *