Kabar Lamongan – Ada kalanya hidup tidak berjalan seperti bayangan di kepala. Dan bagi Mang Tias, kenyataan itu datang lebih awal dari yang ia perkirakan. Laki-laki yang menyebut dirinya “rakyat biasa” ini pernah memiliki mimpi untuk lolos ke perguruan tinggi negeri, hidup dengan arah yang jelas, dan masa depan yang cerah.
Namun, seperti banyak rencana lainnya, semua itu tidak berjalan sesuai harapan. Gagal kuliah di PTN, Tias kemudian menghadapi hari-hari sebagai pengangguran. Bahkan, lengkap dengan pertanyaan khas dari tetangga yang tak pernah absen, “Sekarang sibuk apa?”
Hidup yang tadinya terasa terencana pun perlahan berubah menjadi penuh kebingungan. Namun, dari titik itulah cerita sesungguhnya ia mulai.
Tias mengambil satu keputusan yang kemudian mengubah banyak hal, dengan merantau ke Kampung Inggris, Pare. Di sana, ia belajar bahasa Inggris sekaligus bahasa daerah. Selain itu, ia juga mendapatkan pengalaman yang jauh melampaui sekadar kemampuan berbahasa.
Ia bertemu berbagai macam orang, merasakan kebersamaan dengan sesama perantau, dan terlibat dalam beragam kejadian. Mulai dari yang absurd, lucu, menyebalkan, hingga yang sedikit menyentuh. Kehidupan di perantauan mengajarinya hal-hal yang tidak ada dalam kurikulum mana pun.
Pengalaman itulah yang kemudian ia tuangkan dalam buku berjudul Barayas: Notulen Perjalanan Saya Sendiri. Buku setebal 188 halaman ini tidak hadir sebagai kisah sukses yang menggebu-gebu.
Sebaliknya, Mang Tias justru memilih untuk bercerita tentang nilai-nilai yang lebih membumi, tentang kesederhanaan, kebersamaan, etika, budaya, jiwa sosial, rasa solidaritas, dan tanggung jawab.
Ada satu gagasan yang terasa mengalir sepanjang buku ini, bahwa memilih jalan lurus mungkin membawa seseorang ke tujuan lebih cepat, tetapi jalan yang berputar sering kali menyimpan sesuatu yang lebih penting daripada tujuan itu sendiri.
Buku yang masuk dalam kategori fiksi dan novel dapat kamu temukan di Detak Pustaka Toko. Kamu bisa klik di sini: Buku Barayas. Bagi kamu yang pernah merasa hidupnya melenceng dari rencana, tulisan Tias ini bisa jadi teman yang tepat.







