Mahasiswa UNAIR gelar REDUKA School Visit di Pondok Pesantren Nurul Ummah, Kedungpring, Lamongan. (Dok. UNAIR).Kabar Lamongan – Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Iqbal Rohim Al Farisi bersama Catur Ratna Sa’adah, menggelar program REDUKA School Visit. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Ummah, Kedungpring, Lamongan, selama dua hari, yakni Sabtu (20/12/2025) hingga Minggu (21/12/2025).
Program ini bertujuan memperluas akses informasi pendidikan tinggi bagi para siswa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga pra-sejahtera dan tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Iqbal menjelaskan, kegiatan yang ia gagas bersama tim REDUKA berfokus pada pendampingan pendidikan secara langsung. Menurutnya, masih banyak siswa di daerah yang memiliki potensi akademik, namun terhambat oleh minimnya informasi serta kurangnya pendampingan terkait pendidikan tinggi.
“REDUKA menaruh perhatian besar pada akses pendidikan tinggi karena masih banyak siswa sebenarnya mampu, tetapi terkendala informasi,” ungkapnya.
Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang itu juga menyoroti persoalan utama yang kerap ditemuinya di desa tersebut, yakni kurangnya pengetahuan siswa mengenai jalur masuk perguruan tinggi, peluang beasiswa, serta cara memilih jurusan yang tepat.
“Banyak siswa sebenarnya mampu, tetapi mereka merasa kuliah itu mahal dan rumit karena tidak tahu jalurnya,” ujar Iqbal.
Ia menambahkan, keterbatasan informasi tersebut membuat para siswa sering kali ragu untuk mencoba melanjutkan pendidikan. “Sebagian besar dari mereka tidak tahu harus mulai dari mana. Keraguan itu akhirnya membuat mimpi melanjutkan pendidikan terhenti,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, pendampingan diawali dengan berbagi kisah perjuangan menempuh pendidikan tinggi sebagai pemantik motivasi. Selanjutnya, para siswa mendapatkan bimbingan mengenai berbagai jalur masuk perguruan tinggi, tips meraih beasiswa, konsultasi pemilihan jurusan, hingga penyusunan rencana studi.
“Kami membantu mereka memetakan minat dan kemampuan supaya pilihan jurusan lebih sesuai dengan potensi yang mereka miliki,” tutur Iqbal.
Pendampingan yang dilakukan REDUKA tidak berhenti pada kegiatan tatap muka saja. Iqbal menyampaikan bahwa setelah kegiatan selesai, para peserta akan dimasukkan ke dalam grup bimbingan belajar gratis sebagai persiapan UTBK-SNBT 2026.
“Dengan begitu, mereka tetap bisa berkonsultasi dan mendapatkan pendampingan lanjutan,” imbuhnya.
Dampak dari program tersebut mulai terlihat dari meningkatnya keberanian dan kepercayaan diri para siswa. Iqbal menuturkan, siswa yang sebelumnya ragu kini menjadi lebih aktif bertanya dan mulai menyusun langkah konkret untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Mereka mulai berani bermimpi dan merencanakan masa depan,” ujarnya.
Melalui kegiatan REDUKA School Visit, Iqbal bersama tim FIB UNAIR berharap para siswa di daerah tidak lagi mengubur mimpi untuk melanjutkan pendidikan.
“Informasi bisa dicari, kemampuan bisa dilatih, dan peluang selalu ada bagi yang berani mencoba,” tutup Iqbal.
Tidak ada komentar