Kabar Lamongan – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan program kerja berupa sosialisasi Stop Bullying di SDN Waruwetan, Desa Waruwetan, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 19 Januari 2026, sebagai upaya menanamkan nilai saling menghargai serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Program sosialisasi tersebut dilaksanakan dalam satu hari agar penyampaian materi dapat berlangsung secara efektif dan tepat sasaran.
Adapun sasaran utama kegiatan ini adalah siswa kelas 4, 5, dan 6 SD SDN Waruwetan yang dinilai berada pada usia rentan terhadap perilaku perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun sosial.
Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR kepada para siswa. Setelah itu, mahasiswa menyampaikan materi tentang bullying secara interaktif dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, jenis-jenis bullying, serta contoh kasus perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah.
Untuk menciptakan suasana yang lebih menarik dan tidak membosankan, kegiatan dikemas melalui diskusi ringan, sesi tanya jawab, serta permainan edukatif. Selain itu, siswa juga diajak menuliskan pengalaman atau perasaan mereka terkait bullying pada kertas kecil yang kemudian ditempelkan pada media pohon ungkapan yang dibuat dari kertas karton.
Melalui program kerja ini, mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap terjadi peningkatan pemahaman siswa mengenai perilaku bullying dan dampak negatif yang ditimbulkannya, baik bagi korban maupun pelaku.
Siswa juga diharapkan mampu mengenali tindakan perundungan sejak dini, berani menolak serta melaporkan bullying, dan mulai menerapkan sikap empati serta saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Dampak dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh lingkungan sekolah secara keseluruhan. Sosialisasi ini memberikan dukungan bagi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, ramah anak, dan bebas dari kekerasan.
Antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa metode penyampaian yang interaktif mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka terhadap isu bullying.
Ke depan, mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap program sosialisasi Stop Bullying dapat dilaksanakan secara berkelanjutan serta diintegrasikan dengan kegiatan pembinaan karakter di sekolah.
Sinergi antara mahasiswa, guru, dan orang tua diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan bullying, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi anak-anak.







