Lomba Dayung di Lamongan Dorong Sport Tourism dan UMKM Lokal

Olahraga138 Dilihat

Kabar Lamongan – Sebanyak 16 tim turut ambil bagian dalam lomba dayung dragon boat yang digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan tersebut berlangsung di Sungai Bengawan Jero, Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan.

Ajang bertajuk Ansor Dragon Boat Cup 2026 ini menjadi penyelenggaraan perdana yang diinisiasi pemerintah daerah bersama Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Karangbinangun.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan sport tourism sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menilai kawasan Bengawan Jero memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis olahraga air. Menurutnya, karakter sungai tersebut sangat mendukung untuk penyelenggaraan lomba dayung dan kegiatan serupa.

“Bengawan Jero ini punya potensi besar untuk kegiatan sport tourism, khususnya lomba dayung. Ke depan kami rencanakan menjadi agenda tahunan dengan melibatkan lebih banyak unsur dan pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar ekonomi sekitar bergerak,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Pak Yes menambahkan, kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan nilai kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian sungai.

Melalui lomba dayung ini, warga daerah Lamongan diharapkan semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan aliran sungai sekaligus memanfaatkan potensinya untuk mendorong sektor ekonomi lokal.

Ketua Panitia Ansor Dragon Boat Cup, Fathur Rohman, menyampaikan bahwa lomba dayung tersebut diikuti 16 tim dari berbagai daerah di Jawa Timur dengan panjang lintasan sejauh 300 meter. Ia mengaku antusiasme peserta maupun masyarakat jauh melampaui ekspektasi panitia.

“Kegiatan ini kami gelar untuk memeriahkan Harlah 1 Abad NU sekaligus menggali potensi atlet dayung lokal. Antusiasme peserta dan masyarakat ternyata sangat tinggi di luar perkiraan kami,” kata Fathur.

Ia pun berharap dukungan dari pemerintah daerah dapat terus berlanjut, khususnya dalam penyediaan sarana dan prasarana latihan bagi para atlet dayung di Lamongan agar pembinaan bisa berjalan lebih optimal.

Selain perlombaan dayung, acara juga diramaikan dengan Festival Jajanan Bengawan Jero yang melibatkan pelaku UMKM setempat. Kehadiran festival tersebut memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga karena meningkatkan aktivitas jual beli di sekitar lokasi acara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, menilai olahraga ini telah berkembang menjadi bagian dari industri kreatif yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Event seperti ini memberi dampak nyata bagi ekonomi masyarakat. Kami berharap bisa menjadi contoh positif bagi daerah lain,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *