Lapas Kelas IIB Lamongan Pasok Selada untuk Dukung Program MBG

Bisnis, Pendidikan67 Dilihat

Kabar Lamongan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan menjalin kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui penyediaan komoditas selada hasil budidaya warga binaan.

Kerja sama ini dilakukan untuk perkuat peran Lapas Kelas IIB Lamongan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan, Heri Sulistyo, menjelaskan bahwa hasil pertanian warga binaan akan mulai disalurkan dengan tujuan memenuhi kebutuhan bahan baku SPPG di Kabupaten Lamongan.

“Melalui program ketahanan pangan yang kami jalankan, selada yang dibudidayakan warga binaan sudah dapat dipanen dan disalurkan kepada mitra SPPG di Lamongan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis,” kata Heri, Selasa (02/06/2026)..

Selain selada, Lapas Lamongan juga memperluas berbagai sektor ketahanan pangan lainnya, mulai dari budidaya ikan patin, padi, serta tanaman hortikultura. Tidak hanya itu, Lapas Lamongan juga sudah melaksanakan panen ikan patin sebanyak dua kali di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang dimiliki.

Heri mengatakan bahwa program tersebut tidak hanya bertujuan mendukung kebutuhan pangan masyarakat. Lebih dari itu, program juga menjadi sarana pembinaan dan pemberdayaan bagi warga binaan, agar mereka mempunyai keterampilan produktif.

“Kami juga mengembangkan pertanian padi melalui kerja sama dengan pihak ketiga dengan sistem bagi hasil. Untuk kebutuhan dapur lapas sendiri, sebagian sudah memanfaatkan hasil panen kangkung premium yang dibudidayakan warga binaan,” ujarnya.

Sementara itu, mitra SPPG Keduyung, Lamongan, Elan Mahardika, mengungkapkan bahwa kerja sama yang terjalin adalah langkah strategis dalam memperkuat ketersediaan bahan baku sekaligus mendukung pemberdayaan warga binaan.

Elan mengatakan, selama ini pihaknya juga terus terus membangun jaringan kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kerja sama ini diharapkan agar kebutuhan bahan baku program MBG tetap terpenuhi.

Menurut Elan, kerja sama tersebut berawal dari ketertarikannya setelah melihat berbagai aktivitas budidaya yang dilakukan warga binaan di Lapas Lamongan. Setelah melihat salah satu postingan media sosiak lapas, ia menilai potensi produksi yang dimiliki lapas cukup besar dan mampu mendukung kebutuhan program MBG.

“Saat berkunjung ke sini kami melihat banyak sekali hasil budidaya warga binaan, mulai dari selada, kangkung hingga peternakan kambing. Ini menunjukkan bahwa lapas memiliki potensi produksi yang sangat baik dan bisa menjadi mitra strategis bagi kami,” jelasnya.

Sebagai informasi, agar dapat memenuhi kebutuhan selasa yang mencapai 75 kg, SPPG melakukan pengambilan pasokan selada dari Lapas Lamongan sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu periode, dengan menyesuaikan kebutuhan produksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *