Lampaui Target, Lamongan Sukses Wujudkan Swasembada Pangan 2025

mariana
8 Jan 2026 03:39
Peristiwa 0 52
2 menit membaca

Kabar Lamongan – Kabupaten Lamongan berhasil menuntaskan target swasembada pangan tahun 2025 dengan capaian yang melampaui sasaran. Realisasi luas tambah tanam (LTT) tercatat mencapai 192.373 hektare atau surplus sekitar 1.400 hektare, setara dengan 100,73 persen dari target yang ditetapkan.

Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menyampaikan bahwa keberhasilan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan melalui zoom meeting bersama jajaran pemerintah daerah.

Ia menegaskan bahwa secara nasional target swasembada pangan telah tercapai, dengan Jawa Timur—khususnya Kabupaten Lamongan—menjadi salah satu daerah lumbung pangan nasional dengan tingkat produksi tertinggi.

“Alhamdulillah, Lamongan menjadi bagian penting dalam swasembada pangan nasional. Produksi kita sangat tinggi, dan berdasarkan testimoni dari kelompok petani, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta distribusi pupuk subsidi sudah berjalan dengan baik,” ujar Wabup Dirham usai mengikuti zoom meeting di Ruang Command Center Pemkab Lamongan lantai 3, Rabu (07/01/2026).

Meski demikian, Dirham mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait ketersediaan air di beberapa wilayah. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti jika masih ditemukan pupuk subsidi yang dijual di atas ketentuan atau harga gabah yang berada di bawah Rp6.500 per kilogram.

“Jika masih ditemukan pupuk subsidi yang harganya belum turun 20 persen atau harga gabah di bawah Rp6.500, segera laporkan. Swasembada pangan harus kita sukseskan bersama karena dampaknya sangat besar, mulai dari peningkatan ekonomi masyarakat, penurunan angka kemiskinan, hingga pengendalian inflasi,” tegasnya.

Saat ini, sektor produksi beras menjadi tulang punggung utama dalam keberhasilan swasembada pangan di Lamongan. Selain itu, swasembada jagung juga telah berhasil dicapai. Selanjutnya, pemerintah pusat pada akhir 2025 menetapkan program swasembada gula yang akan mulai diimplementasikan secara massal pada tahun 2026.

Dukungan terhadap program swasembada gula juga datang dari TNI. Komandan Kodim (Dandim) 0812 Lamongan, Letkol Deni Suryo Anggo Digdo, menyatakan kesiapan jajarannya untuk turut mengawal dan menggerakkan program tersebut di Kabupaten Lamongan.

“Intinya, amanat Bapak Presiden adalah bagaimana negara yang kaya ini mampu mewadahi dan mencukupi seluruh kebutuhan rakyatnya, sehingga ke depan masyarakat Indonesia bisa semakin makmur. Salah satunya melalui swasembada pangan, dan yang terbaru adalah swasembada gula,” ungkap Letkol Deni.

Ia optimistis Kabupaten Lamongan memiliki potensi besar untuk mengembangkan program swasembada gula, mengingat rekam jejak keberhasilannya dalam program swasembada pangan sebelumnya. Pemerintah pusat pun telah menargetkan luasan lahan sekitar 500 hektare untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Saya optimis Kabupaten Lamongan mampu mewujudkan swasembada gula. Target sekitar 500 hektare ini saya yakin bisa tercapai, karena potensi wilayah dan semangat seluruh elemen di Lamongan sangat besar,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *