Lahan Pertanian di Lamongan Rawan Kekeringan, Sistem Irigasi Perpompaan Diperkuat

Desa, Peristiwa78 Dilihat

Kabar Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus memetakan lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan. Salah satu langkah yang disiapkan yakni memperkuat sistem irigasi perpompaan dan perpipaan guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi selama musim kemarau.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Dani Gartina, meninjau langsung sejumlah lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan.

Peninjauan tersebut dilakukan di Desa Kramat, Desa Lopang, dan Desa Jubel Kidul, Kecamatan Sugio. Pemantauan bahkan berlangsung hingga malam hari untuk melihat secara langsung kondisi lahan sekaligus kesiapan sistem pengairan di kawasan pertanian tersebut.

Dani Gartina mengatakan, salah satu lokasi yang ditinjau sudah memiliki rumah pompa yang diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan pengairan untuk sekitar 600 hektare lahan pertanian.

Meski demikian, optimalisasi rumah pompa tersebut masih membutuhkan dukungan jaringan irigasi serta penyambungan listrik secara resmi agar dapat beroperasi secara maksimal.

“Potensinya bisa melayani sekitar 600 hektare. Tinggal bagaimana jaringan dan listriknya bisa kita dukung agar operasionalnya optimal,” kata Dani, Selasa (11/08/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lamongan, Mugito, mengatakan pemetaan terhadap lahan yang berpotensi mengalami kekeringan masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah.

Menurut Mugito, sejumlah lahan telah mendapatkan intervensi melalui program bantuan pompa dan irigasi perpipaan. Sedangkan lahan yang hingga kini belum tertangani akan dikompilasi untuk selanjutnya diusulkan memperoleh bantuan.

“Pemetaan masih kami lakukan dan terus kami kompilasi. Yang sudah mendapatkan bantuan pompa maupun irigasi perpipaan akan kami data, sementara yang belum tertangani akan segera kami usulkan,” ujar Mugito.

Bantuan pompa dan irigasi perpipaan sebelumnya juga telah dimanfaatkan di Desa Jubel Kidul dan Desa German, Kecamatan Sugio, serta sejumlah wilayah lain di Kabupaten Lamongan.

Mugito menambahkan, intervensi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Oleh karena itu, melalui penguatan sistem irigasi, pemerintah berharap pertanaman padi di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan tetap bisa dipertahankan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkab Lamongan dalam menjaga produktivitas sektor pertanian serta mempertahankan posisi Lamongan sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *