Kabar Lamongan – Kabar gembira bagi ribuan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Lamongan. Tahun ini, kuota haji Lamongan mengalami lonjakan yang cukup besar. Jika sebelumnya hanya sekitar 1.800 jemaah, kini angkanya melonjak menjadi 2.758 jemaah. Kenaikan ini otomatis memangkas masa tunggu bagi mereka yang sudah mendaftar.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur, menjelaskan bahwa naiknya kuota ini tak lepas dari perubahan kebijakan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang pengelolaan kuota haji.
“Dulu pembagian kuota berdasarkan proporsi jumlah penduduk muslim, yakni 1 banding 1.000 di tingkat provinsi. Sekarang sistemnya berubah, menggunakan waiting list,” terang Abdul Ghofur, dikutip dari Surya.co.id, Minggu (22/03/2026).
Bukan hanya Lamongan, tetapi di seluruh Provinsi Jawa Timur mendapatkan tambahan kuota haji yang cukup besar ini. Sebelumnya, Jatim mendapat jatah sekitar 35 ribu jemaah, kini naik menjadi 42 ribu jemaah. Kenaikan ini bertambah sekitar 7.000 kursi.
“Tren positif ini juga diikuti Lamongan dengan kenaikan sekitar 900 jemaah,” kata Abdul Ghofur.
Soal kesiapan keberangkatan, Abdul Ghofur memastikan hampir semua tahapan sudah beres. Manasik haji tingkat kecamatan sudah selesai digelar, sementara manasik tingkat kabupaten tinggal menunggu jadwal pada 31 Maret 2026.
Untuk urusan administrasi, pengurusan visa pun sudah nyaris tuntas. Dari total ribuan jemaah, baru sekitar 3 persen yang belum kelar dan itu pun hanya soal visa yang bisa diselesaikan setelah libur Idulfitri.
“Persiapan sudah tuntas, termasuk pengurusan visa yang saat ini sudah mencapai 97 persen,” ujarnya.
Rencananya, jemaah haji Lamongan akan tergabung dalam kloter 30 hingga 37, atau sebanyak delapan kelompok terbang. Jadwal keberangkatan dimulai pada 29 April dan berlangsung hingga 1 Mei 2026.
Artinya, keberangkatan tinggal kurang dari sebulan lagi. Abdul Ghofur pun mengimbau seluruh calon jemaah untuk mulai mempersiapkan diri dari sekarang, terutama menjaga kondisi kesehatan agar tidak ada hambatan saat hari keberangkatan tiba, termasuk ketika menjalankan rukun haji dan sunnah-sunnahnya di Tanah Haram nanti.
Di sisi lain, ia juga berharap situasi geopolitik global tetap dalam kondisi yang kondusif, sehingga seluruh rangkaian ibadah haji bisa berjalan lancar tanpa kendala.
“Mudah-mudahan kondisi global mendukung, sehingga pemberangkatan dan pelaksanaan ibadah haji berjalan aman dan nyaman,” pungkasnya.







