Kabar Lamongan – Target kunjungan wisata di Kabupaten Lamongan pada tahun 2025 belum berhasil terpenuhi. Dari total target 4.390.025 wisatawan, realisasi yang tercatat hanya mencapai 3.828.291 kunjungan. Selisih tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi para pemangku kebijakan untuk memperbaiki strategi dan meningkatkan capaian di tahun berikutnya.
Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Lamongan, Ritta Hilalliyah, menyampaikan bahwa target kunjungan wisata tahun ini dipatok sebesar 4.390.192 wisatawan. Meski belum tercapai, pihaknya tetap optimistis sektor pariwisata Lamongan dapat terus bertumbuh.
Menurut Ritta, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah bagaimana menjaga stabilitas kunjungan sepanjang tahun. Selama ini, lonjakan wisatawan cenderung terjadi hanya pada momen-momen tertentu seperti libur Lebaran dan akhir tahun. Ke depan, pihaknya berharap kunjungan tidak lagi bersifat musiman.
“Sehingga target kunjungan di Tahun 2026 dapat tercapai dengan baik,” ujar Ritta, dikutip dari Radar Lamongan, Rabu (18/02/2026).
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan efek berganda (multiplier effect) dari sektor pariwisata. Artinya, wisatawan yang datang tidak hanya berkunjung ke objek wisata, tetapi juga bertransaksi di UMKM lokal, menggunakan transportasi daerah, hingga menginap di akomodasi setempat.
Untuk mewujudkan target tersebut, Disbudporapar telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah peluncuran Kalender Event 2026. Langkah ini bertujuan memberikan kepastian informasi terkait waktu dan lokasi penyelenggaraan berbagai acara, sehingga wisatawan dapat merencanakan kunjungan dengan lebih mudah dan terarah.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga terus diperkuat. Sinergi dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, pelaku usaha, pengelola wisata, hingga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Upaya ini dilakukan agar koordinasi dan kualitas pelayanan di setiap destinasi tetap terjaga dan semakin optimal.
Strategi lainnya adalah pemanfaatan aksesibilitas transportasi melalui layanan bus Trans Jatim koridor VII di Lamongan. Ritta berharap kehadiran layanan tersebut dapat memudahkan mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi wisata di daerah tersebut.
“Keempat, promosi,” tambahnya singkat, menegaskan bahwa upaya promosi tetap menjadi kunci dalam meningkatkan jumlah kunjungan.
Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Lamongan, Ali Mahfudl, menilai belum tercapainya target kunjungan wisata tidak lepas dari ketatnya persaingan antar destinasi, khususnya dengan daerah-daerah sekitar yang juga gencar mengembangkan potensi wisata lokalnya.
“Supaya bisa memenuhi target, kita harus bisa bersaing dengan destinasi yang ada. Maka, kita berharap ada inovasi yang bisa membuat daya tarik masyarakat,” ujarnya.
Dengan evaluasi menyeluruh dan berbagai strategi yang telah disiapkan, pemerintah daerah berharap sektor pariwisata Lamongan dapat bangkit lebih kuat dan mampu memenuhi target kunjungan pada tahun 2026 ini.







