Pencarian ABK nelayan yang hilang di Perairan Utara Lamongan, Senin (15/12/2025). (ANTARA/HO-Tim SAR Surabaya).Kabar Lamongan – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Surabaya mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi untuk melakukan pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) nelayan yang dilaporkan hilang di perairan laut utara Kabupaten Lamongan.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menjelaskan, korban bernama Uddin (40), ABK kapal nelayan Raja Jaya, dilaporkan hilang di perairan laut utara Lamongan, setelah kapal yang ditumpanginya mengalami kebocoran hingga akhirnya tenggelam.
“Setelah menerima laporan, kami langsung mengerahkan tim rescue dari Unit Siaga SAR Bojonegoro dan menurunkan KN SAR 249 Permadi guna memperluas area pencarian di laut,” ujar Nanang Sigit dalam keterangan resminya, Senin (15/12/2025).
Ia mengungkapkan, peristiwa tenggelamnya kapal nelayan tersebut terjadi pada Kamis (11/12/2025) malam saat kapal berlayar di perairan utara Paciran, sekitar 10 mil laut dari daratan. Dari total 11 ABK yang berada di kapal, sebanyak 10 orang berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat, sementara satu ABK lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Memasuki hari keempat operasi SAR, lanjut Nanang, tim gabungan mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU) laut. SRU pertama menggunakan KN SAR 249 Permadi dengan cakupan area penyisiran sekitar 15,73 mil laut. Sementara SRU kedua berasal dari Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Lamongan yang menggunakan speedboat dengan luas area pencarian sekitar 7,32 mil laut.
Sementara itu, Koordinator Unit Siaga SAR Bojonegoro, Nanang Pujo, selaku On Scene Coordinator (OSC) menyampaikan bahwa proses pencarian dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
“Cuaca di perairan utara Lamongan saat ini berawan tebal disertai hujan ringan. Angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan 7 hingga 11 knot, serta tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter,” jelasnya.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian dengan memaksimalkan seluruh unsur yang terlibat di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Tidak ada komentar