Kasus DBD di Lamongan Capai 96, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Peristiwa53 Dilihat

Kabar Lamongan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan mencatat ada 96 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi sepanjang tahun 2026. Meski hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, warga tetap diminta untuk tidak lengah dan terus menjaga kebersihan lingkungan, agar nyamuk pembawa virus tidak semakin berkembang biak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lamongan, dr. Yani Khoirurahmahwati, merinci bahwa dari total 96 kasus DBD tersebut, sebanyak 48 orang terinfeksi virus dengue dalam kategori ringan. Sedangkan, 11 orang lainnya sudah mulai menunjukkan gejala klinis awal demam berdarah.

“Upaya pencegahan harus terus dilakukan secara konsisten oleh masyarakat, karena penyakit ini sangat bergantung pada kondisi lingkungan,” ujarnya, Senin (06/04/2026).

Sebagai langkah untuk menekan angka penularan, Dinkes Lamongan mengintensifkan kampanye 3M, yakni dengan menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.

Menurut dr. Yani, langkah yang terkesan sederhana itu justru sudah terbukti ampuh memutus rantai penyebaran virus dengue jika dilakukan secara rutin dan konsisten.

Selain kampanye 3M, warga juga diimbau aktif membersihkan jentik nyamuk, memakai obat anti nyamuk, serta menjaga kebersihan di sekitar rumah secara menyeluruh.

Kabid P2P Dinkes Lamongan itu juga mengingatkan agar masyarakat rajin menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan tidak membiarkan barang bekas menumpuk di lingkungan rumah.

Tak hanya mengandalkan edukasi, Dinkes Lamongan turut menggencarkan pengasapan atau fogging di wilayah padat penduduk dan sekitar saluran air. Langkah ini diambil sebagai upaya tambahan untuk menekan populasi nyamuk Aedes aegypti sekaligus memutus mata rantai penularan penyakit lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *