Kondisi TPA Tambakrigadung. (Radar Lamongan/Anjar D. Pradipta).Kabar Lamongan – Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tambakrigadung kini kian menurun. Kondisi tersebut diperparah dengan aroma tak sedap yang semakin menyengat, terutama di musim penghujan seperti saat ini.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan, Andhy Kurniawan, menjelaskan bahwa secara perencanaan, usia operasional TPA Tambakrigadung masih bisa bertahan hingga tahun 2027. Namun, hal itu dengan catatan, sistem compacting atau pemadatan dilakukan dengan baik, dan volume sampah yang masuk tidak melebihi kapasitas 40 ton per hari.
“Kalau sistem pemadatannya optimal dan volume sampah bisa dikendalikan, TPA ini masih bisa digunakan sampai 2027,” terang Andhy.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kinerja TPA saat ini terbantu dengan adanya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang berperan mengurangi jumlah residu sampah menuju TPA. Kapasitas pengelolaan TPST Samtaku rata-rata mencapai 60 ton per hari.
“Kita maksimalkan peran TPST agar limbah yang masih bisa diolah tidak langsung masuk ke TPA,” jelasnya.
Terkait potensi pencemaran lingkungan akibat aktivitas TPA, DLH Lamongan disebut rutin melakukan pengujian terhadap kualitas efluen lindi untuk memastikan pemenuhan baku mutu lingkungan. Menurut Andhy, hasil uji tersebut secara umum masih aman.
Selain itu, pihaknya juga memantau potensi pencemaran air tanah melalui sumur pantau yang disiapkan di sekitar area TPA. “Kami punya sumur pantau khusus untuk memastikan apakah ada pencemaran air tanah akibat lindi TPA atau tidak,” tambahnya.
Berbagai langkah telah dilakukan DLH untuk meningkatkan pengelolaan lingkungan di area TPA. Di antaranya, peningkatan covering tanah di area landfill guna mengurangi bau, penyiraman dengan eco lindi untuk menekan aroma tidak sedap, serta perbaikan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar tetap memenuhi baku mutu.
“Kita berupaya bersama-sama menangani persoalan sampah ini. Salah satunya dengan rencana pembangunan TPST terintegrasi dengan TPA di Solokuro,” pungkas Andhy.
Tidak ada komentar