Kabar Lamongan – Badan Meterologi, Krimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan kepada masyarakat Lamongan bahwa musim kemarau 2025 akan di mulai. Awal musim kemarau ditandai dengan jumlah curah hujan yang tercatat kurang dari 50 milimeter dalam satu dasarian (periode 10 hari) dan berlanjut dengan kondisi serupa selama dua dasarian berikutnya.
Perkiraan Awal Musim Kemarau 2025 di Kabupaten Lamongan

Awal musim kemarau ditentukan berdasarkan jumlah curah hujan yang tercatat kurang dari 50 milimeter dalam satu dasarian, yaitu periode 10 hari, dan kondisi ini berlanjut selama dua dasarian berikutnya. Sebagai informasi, dalam satu bulan terdapat tiga pembagian waktu yang disebut dasarian, yakni:
- Dasarian I : tanggal 1-10
- Dasarian II : tanggal 11-20
- Dasarian III : tanggal 21-akhir bulan
Adapun informasi yang disampaikan oleh BMKG mengenai pembagian waktu dasarian di wilayah Lamongan adalah sebagai beikut:
- April Dasarian II (tanggal 11-20) : mencakup wilayah Kecamatan Glagah.
- April Dasarin III (tanggal 21-30) : mencakup wilayah Kecamatan Babat, Brondong, Deket, Kalitengah, Karangbinangun, Karanggeneng, Kedungpring, Kembangbahu, Lamongan, Laren, Maduran, Mantup, Modo, Paciran, Pucuk, Sambeng, Sarirejo, Sekaran, Solokuro, Sugio, Sukodadi, Tikung dan Turi.
- Mei Dasarian I (tanggal 1-10) : mencakup wilayah Kecamatan Bluluk, Ngimbang dan Sukorame.
Perbandingan Perkiraan Awal Musim Kemarau 2025 di Kabupaten Lamongan

Parameter prediksi awal musim kemarau dibandingkan dengan kondisi normal musim pada periode 1991-2020. Jika prediksi menunjukkan musim datang lebih cepat dari biasanya, disebut ‘MAJU’; jika waktunya datang bersamaan dengan normalnya, disebut ‘SAMA’; sedangkan jika musim diperkirakan datang lebih lambat dibanding normalnya, disebut ‘MUNDUR’.
Perkiraan Waktu Puncak Musim Kemarau 2025 di Kabupaten Lamongan

Puncak musim kemarau ditandai dengan periode akumulasi curah hujan terendah selama tiga dasarian berturut-turut. Jika ketiga dasarian tersebut tersebar di bulan yang berbeda, maka bulan yang paling banyak memuat dua dasarian tersebut ditetapkan sebagai puncak musm kemarau. Sementara itu, jika terdapat setidaknya tiga dasarian dengan curah hujan 0 mm, maka puncak musim kemarau ditentukan di tengah-tengah periode tersebut.
Gambaran Perkiraan Sifat Musim Kemarau 2025 di Kabupaten Lamongan

Sifat hujan, menggambarkan perbandingan antara jumlah curah hujan selama satu musim — baik musim hujan maupun musim kemarau — dengan rata-rata normal pada periode yang sama. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, sifat hujan diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama, yakni:
- Atas Normal (AN) : jika curah hujan tercatat lebih dari 115% dibandingkan normal.
- Normal (N) : jika curah hujan berada dikisaran 85% hingga 115%.
- Bawah Normal (BN) : jika curah hujan kuranag dari 85% dibandingkan normal.







