Kapal Nelayan KM Cipta Karya Tenggelam, Empat ABK Selamat Usai Dua Jam Terombang-ambing

Peristiwa37 Dilihat

Kabar Lamongan – Kapal nelayan KM Cipta Karya dilaporkan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi di perairan Laut Jawa pada Minggu, 18 Januari 2026. Dalam peristiwa tersebut, empat anak buah kapal (ABK) asal Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, berhasil selamat meski sempat terombang-ambing di tengah laut selama kurang lebih dua jam.

Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lamongan, Ma’mun Murod, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi saat para nelayan tetap memutuskan melaut di tengah kondisi cuaca buruk yang telah melanda perairan utara Pulau Jawa dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Ma’mun, kapal yang dinakhodai oleh Fatkul Munir itu berangkat melaut pada Minggu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Nahkoda bersama tiga ABK lainnya mulai melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan menebar alat tangkap.

Namun, saat proses penangkapan ikan tersebut berlangsung, gelombang besar secara tiba-tiba menghantam kapal nelayan KM Cipta Karya, sehingga menyebabkan kapal terbalik dan akhirnya tenggelam.

“Dalam situasi panik, keempat nelayan berusaha menyelamatkan diri dengan bertahan menggunakan jerigen dan alat apung seadanya,” ujar Ma’mun Murod pada Senin, 19 Januari 2026.

Upaya bertahan hidup para nelayan itu membuahkan hasil. Sekitar dua jam terombang-ambing di laut, sebuah kapal kargo bernama TAL STAR yang tengah melintas menuju dermaga PT Dok Pantai Lamongan melihat lambaian tangan para korban dan segera memberikan pertolongan.

“Alhamdulillah, kini keempat nelayan tersebut sudah kembali ke rumah masing-masing dalam kondisi sehat,” tambahnya.

Atas kejadian ini, HNSI Kabupaten Lamongan kembali mengingatkan kepada para nelayan agar lebih mengutamakan keselamatan saat melaut, terutama karena potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.

“Kami mohon agar para nelayan tetap berhati-hati di tengah lautan. Pastikan di dalam kapal tersedia alat keselamatan seperti pelampung yang dapat menolong seluruh nelayan,” pungkas Ma’mun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *