Kailna Viela Bagikan Cerita di Balik Lahirnya Buku Perdana The Divine & the Meaning Blueprint

Berita92 Dilihat

Kabar Lamongan – Keseharian yang cukup padat tidak mematahkan semangat Khayla Afra Bilqis Rhismafilla untuk berkarya. Penulis dengan nama pena Kailna Viela itu berhasil menerbitkan buku berjudul The Divine & the Meaning Blueprint. Buku ini istimewa karena menjadi karya pertama Kail yang resmi terbit bersama Detak Pustaka.

Selain aktif menulis, Kail menjalani rutinitas yang cukup padat sebagai mahasiswa. Ia rutin mengerjakan studi kasus yang berkaitan dengan bidang kuliahnya. Tentunya, tanpa melupakan pentingnya keseimbangan hidup dengan meluangkan waktu berkualitas bersama orang-orang terdekat.

Tidak hanya itu, banyak kegiatannya yang juga berorientasi pada persiapan masa depan dalam kurun lima hingga sepuluh tahun mendatang. Misalnya, mendalami materi perkuliahan lebih awal dan aktif mencari kesempatan mengikuti program pelajar di luar kampus.

Awal Mula Ide hingga Menjadi Sebuah Buku

Buku ini tidak lahir begitu saja, melainkan hasil dari proses panjang yang berakar dari kebiasaan membaca Kail sejak lama. Ia mengawali ketertarikannya pada dunia literasi lewat bacaan fiksi, sebelum akhirnya beralih ke genre nonfiksi sejarah seperti Perang Badar.

Pergeseran arah bacaan ini semakin terasa setelah ia menjalin kedekatan dengan seorang teman yang gemar mendalami filsafat. Melalui diskusi-diskusi bersama teman tersebut, Kail mulai tertarik menjelajahi karya nonfiksi yang lebih kompleks, seperti Sejarah Tuhan dan Breaking The Spell.

Perubahan selera bacaan itu membawanya pada berbagai pertanyaan baru seputar ketuhanan dan Islam, hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terlintas di pikirannya. Untuk mencari jawaban, Kail memilih berdiskusi langsung dengan guru agama di sekolah.

Ketika duduk di kelas 11 SMA, ia bertemu seorang teman pindahan yang memiliki latar belakang keilmuan tafsir Al-Qur’an dan hadis. Perbincangan mereka mengenai ayat-ayat yang mengangkat tema rahmat dan ampunan Allah semakin menumbuhkan rasa ingin tahunya untuk menggali sisi lain keindahan Islam melalui pendekatan tafsir.

Ketertarikan itu mencapai puncaknya saat Kail membaca Tafsir di Era Revolusi Industri 4.0. Esai-esai dalam buku tersebut menjadi pemicu baginya untuk mulai menulis dan menjawab sendiri berbagai pertanyaan yang selama ini menggantung di benaknya.

Dari proses berpikir, berdiskusi, dan mencari jawaban itulah, The Divine & the Meaning Blueprint akhirnya tercipta. Buku ini terdiri dari 21 esai yang mengacu pada tafsir Al-Qur’an dan hadis.

Tujuan Kailna Viela menulis buku tersebut untuk menjawab pertanyaan, keraguan, sekaligus rasa penasaran seputar konsep ketuhanan dan ajaran Islam, dengan tetap berpegang pada dalil yang kuat.

Rintangan Selama Proses Penulisan

Menulis buku bertema berat seperti ini tentu menghadirkan sejumlah tantangan. Kail menyebutkan tiga hambatan utama yang paling ia rasakan. Pertama, menyusun kerangka berpikir untuk puluhan esai yang harus ia sesuaikan dengan judul masing-masing, mulai dari pembuka, isi pembahasan, hingga penutup.

Kedua, mengatur alur tulisan agar pembaca nyaman dan tulisan mudah mereka pahami. Ketiga, kesulitan mencari referensi dan bahan riset, karena tidak semua buku, jurnal, maupun artikel bisa ia akses secara gratis di internet.

Ia bahkan harus membaca sejumlah jurnal atau artikel internasional yang relevan, serta menelusuri referensi dari buku-buku fisik. Proses penulisan buku ini memakan waktu cukup lama. Ia memulainya sejak Juli 2025 dan baru rampung pada Juli 2026.

Cara Kail Mengatur Waktu Menulis

Di tengah kesibukannya, Kail menerapkan jadwal menulis yang cukup disiplin. Ia menyediakan waktu sekitar tiga jam setiap hari khusus untuk fokus menyelesaikan buku ini. Setelah target menulis hariannya tercapai, barulah ia menggunakan sisa waktu untuk menjalani aktivitas lainnya.

Harapan bagi Para Pembaca

Melalui karyanya ini, Kailna Viela berharap buku tersebut bisa menjadi pemantik diskusi yang sehat serta memberikan inspirasi baru bagi pembacanya. Ia juga berharap buku ini dapat membantu pembaca menemukan sudut pandang yang lebih mendalam mengenai ketuhanan dan Islam melalui kajian tafsir Al-Qur’an dan hadis.

“Saya berharap buku ini dapat menjadi pemantik diskusi yang sehat, menjadi sumber inspirasi baru, dan tentunya bermanfaat bagi pembaca untuk menemukan sudut pandang lain,” katanya.

Alasan Memilih Detak Pustaka

Sebelum memutuskan untuk berkolaborasi dengan Detak Pustaka, Kail sempat mempertimbangkan tiga penerbit lain sebagai kandidat. Setelah melalui berbagai pertimbangan, pilihannya jatuh pada Detak Pustaka. Ia menilai Detak Pustaka paling sesuai dengan kebutuhannya, baik dari segi benefit maupun kualitas layanan yang diberikan.

“Pilihan saya akhirnya jatuh ke Detak Pustaka karena segi benefit dan layanannya, saya merasa paling sesuai dengan apa yang saya butuhkan,” jelas Kail.

Kesan untuk Detak Pustaka

Kail turut membagikan kesannya selama proses kerja sama berlangsung. Ia mengakui dirinya termasuk tipe penulis yang perfeksionis dan sering mengajukan revisi berulang kali. Meski begitu, ia merasa sangat terbantu berkat kesabaran, responsivitas, serta dukungan penuh dari tim project manager Detak Pustaka sejak awal hingga proses penerbitan selesai.

“Jujur seneng banget bisa kerja sama di sini. Saya salut sekali sama tim project manager-nya yang luar biasa sabar, responsif, dan sangat membantu saya dari awal sampai akhir,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *