JSO 2026 Digelar di Lamongan, Ratusan Siswa Ikuti Penjaringan Bibit Unggul Sains Nasional

Pendidikan146 Dilihat

Kabar Lamongan – Upaya melahirkan generasi emas Indonesia terus digencarkan melalui pelaksanaan Junior Science Olympiad (JSO) 2026 yang digelar di SMP Negeri 4 Lamongan. Ajang ini diikuti ratusan siswa dari berbagai sekolah dan menjadi bagian dari proses penjaringan bibit unggul nasional di bidang sains dan teknologi.

Kegiatan tersebut selaras dengan program Asta Cita Presiden, terutama pada fokus pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global.

Ketua Yayasan Pendidikan Intan Mutia sekaligus penyelenggara JSO, Muhammad Ali Yasin, menyampaikan bahwa JSO 2026 dilaksanakan secara masif di 137 kota yang tersebar di 18 provinsi di Indonesia.

“Tujuan utama JSO adalah menjaring prestasi anak-anak nasional. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program Asta Cita Presiden dalam mencetak SDM unggul di bidang sains dan teknologi,” ujar Muhammad Ali Yasin, Minggu, 8 Februari 2026.

Ia menjelaskan, JSO memiliki perbedaan dibandingkan kompetisi lain. Dalam ajang ini, medali dan sertifikat diberikan secara langsung di lokasi lomba. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus membangun mental juara para peserta sejak dini.

“Tantangannya memang besar karena wilayah pelaksanaan tidak selalu berada di perkotaan. Namun, demi mengangkat ego positif dan mental anak-anak, kami tetap memberikan medali dan sertifikat secara langsung, meskipun harus menghadapi kendala jarak dan logistik,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 4 Lamongan, Muhammad Nurkholis, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan JSO 2026 di sekolahnya. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana efektif dalam mendorong motivasi belajar sekaligus meningkatkan capaian akademik siswa.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat memotivasi anak-anak untuk terus meningkatkan prestasi akademik. Kami berharap dari ajang ini lahir siswa-siswa berprestasi yang mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Melalui pelaksanaan Junior Science Olympiad 2026, diharapkan tercipta pembinaan yang berkelanjutan bagi generasi muda. Selain itu, ajang ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan sains dan teknologi di daerah sebagai fondasi menuju Indonesia Emas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *