Jazilul Fawaid Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Wujudkan SDM Unggul di Lamongan

Politik62 Dilihat

Kabar Lamongan – Anggota DPR RI, Jazilul Fawaid, menegaskan pentingnya penguatan empat pilar kebangsaan sebagai landasan dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing, khususnya di Kabupaten Lamongan. Hal tersebut ia sampaikan usai menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI di Lamongan, Senin (02/03/2026).

Menurut Jazilul Fawaid, pembangunan nasional sejatinya berangkat dari desa. Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik semata. Lebih dari itu, pembangunan harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM.

“Pembangunan nasional dimulai dari desa. Namun, pembangunan desa tidak cukup hanya infrastruktur, melainkan harus diimbangi pembangunan SDM yang berkualitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, implementasi empat pilar kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi utama dalam memperkuat karakter dan wawasan kebangsaan masyarakat.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, penting untuk ditanamkan agar masyarakat memiliki daya tahan serta kemampuan beradaptasi di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menilai bahwa penguatan nilai kebangsaan akan mendorong masyarakat lebih partisipatif dan mandiri, sekaligus memperkokoh pelaksanaan otonomi daerah yang berbasis pada kekuatan desa.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa arah pembangunan di daerahnya tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik. Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus mendorong pembangunan nonfisik melalui peningkatan kualitas SDM.

“SDM unggul adalah investasi pembangunan masa depan. Oleh karena itu, pembangunan nonfisik terus kami dorong agar selaras dengan visi mewujudkan SDM unggul, berdaya saing, dan berakhlak,” kata Bupati.

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Lamongan turut melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Sunan Gresik. Kerja sama tersebut berkaitan dengan sinergi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di Lamongan.

Melalui kolaborasi ini, kontribusi dunia akademik diharapkan dapat semakin memperkuat inovasi pembangunan daerah dan mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan sinergi antara pemerintah, legislatif, dan perguruan tinggi, pembangunan di Lamongan diharapkan tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kokoh dari sisi kualitas sumber daya manusianya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *