Kabar Lamongan – Harga gula pasir di sejumlah pasar tradisional di Lamongan mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dikeluhkan para pedagang karena mulai memengaruhi daya beli masyarakat. Dilansir dari DetikJatim.com, harga gula pasir eceran saat ini berada di angka Rp17.500 per kilogram.
Sebelumnya, harga komoditas tersebut masih berkisar Rp16.500 per kilogram. Salah seorang pedagang, Rendi, mengatakan kenaikan harga terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Akibatnya, banyak pembeli mulai mengeluhkan harga gula yang semakin mahal.
“Iya naik. Sekarang Rp17.500, sebelumnya Rp16.500. Pembeli juga banyak yang mengeluh,” ujar Rendi, Sabtu (06/06/2026).
Menurut Rendi, naiknya harga gula diduga dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya pelemahan nilai tukar rupiah serta meningkatnya biaya distribusi. Dampak dari kondisi tersebut membuat harga jual gula di tingkat pedagang ikut terkerek naik.
Kenaikan harga juga dirasakan oleh pelaku usaha yang menjual gula dalam jumlah besar. Rudi, pemilik toko perancangan di Lamongan, mengungkapkan bahwa harga kulakan gula saat ini telah mencapai Rp835 ribu per karung dengan berat 50 kilogram.
“Naiknya terlalu cepat. Sekarang satu karung Rp835 ribu. Kalau tidak dinaikkan untuk dijual lagi ya rugi,” katanya.
Rudi menilai lonjakan harga yang terjadi secara mendadak membuat para pedagang kesulitan menghitung ulang modal usaha mereka. Di sisi lain, pedagang juga harus mempertimbangkan kemampuan beli masyarakat yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.
Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga gula di pasaran. Mereka khawatir apabila tren kenaikan harga terus berlanjut, daya beli masyarakat akan semakin melemah dan berdampak pada aktivitas perdagangan di pasar tradisional.
Sampai saat ini, kenaikan harga gula pasir masih menjadi perhatian pedagang maupun konsumen di Lamongan. Mereka berharap harga komoditas tersebut dapat kembali stabil sehingga tidak semakin membebani perekonomian masyarakat.







