Harga Gabah di Lamongan Tembus Rp8.400 per Kg, Petani Tambakboyo Sumringah

Desa54 Dilihat

Kabar Lamongan – Harga gabah petani di Kabupaten Lamongan, tepatnya di Desa Tambakboyo, Kecamatan Tikung, kini mencapai titik tertinggi hingga Rp8.400 per kilogram. Kenaikan harga tersebut disambut positif oleh para petani karena dinilai mampu meningkatkan pendapatan sekaligus kesejahteraan mereka.

Harga gabah saat ini juga tercatat jauh di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Kondisi ini membuat petani bisa menikmati hasil panen dengan harga yang jauh lebih menguntungkan.

Petani asal Desa Tambakboyo, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Aji Istiawan, mengatakan harga gabah pada musim tanam kedua tahun ini terus mengalami kenaikan dibandingkan musim tanam sebelumnya.

“Musim tanam pertama kemarin rata-rata laku di harga Rp7.100 per kilo, musim tanam kedua ini syukur bisa Rp8.400 per kilo. Syukur dengan harga ini petani bisa diuntungkan,” ujarnya, Selasa (04/08/2026).

Menurut Aji, naiknya harga gabah memberikan dampak langsung terhadap kondisi ekonomi petani. Selain itu, petani juga merasa terbantu dengan berbagai kebijakan pemerintah, khususnya terkait harga dan ketersediaan pupuk.

“Kami merasa lebih diperhatikan sekarang, terutama pupuk harganya bisa lebih murah dan mudah didapatkan,” katanya.

Aji memperkirakan tingginya harga gabah saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah kondisi cuaca serta masa panen yang tidak berlangsung serentak di seluruh wilayah Kabupaten Lamongan.

“Kalau faktornya bisa mahal, bisa jadi karena musim tanam kedua ini kan tidak semua wilayah, jadi panen padi tidak sebanyak waktu musim tanam pertama kemarin,” jelasnya.

Ia menyebut produktivitas padi di lahan seluas satu hektare rata-rata mampu menghasilkan sekitar 10 ton gabah. Dengan harga jual mencapai Rp8.400 per kilogram, nilai hasil panen tersebut mencapai sekitar Rp84 juta.

“Keuntungannya bersih Rp84 juta, paling hitungannya nanti dipotong modal awal dari bibit, pupuk, obat-obatan dan perawatan,” tuturnya.

Aji menambahkan, harga gabah di sejumlah wilayah sentra mina padi di Lamongan bahkan berpotensi lebih tinggi. Beberapa daerah yang dikenal memiliki kualitas hasil pertanian lebih baik di antaranya Kecamatan Glagah, Deket, dan Karangbinangun.

“Di sana kualitas padi tentu lebih bagus, jadi harganya juga harusnya bisa lebih tinggi dari wilayah Tikung,” kata Aji.

Tingginya harga gabah di tingkat petani diharapkan terus memberikan keuntungan bagi para petani. Selain mampu meningkatkan pendapatan, kondisi tersebut juga dinilai menjadi dorongan bagi petani untuk mempertahankan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *