Harga dan Pasokan Bahan Pokok di Lamongan Stabil pada Awal Oktober 2025

mariana
7 Okt 2025 09:56
Peristiwa 0 123
2 menit membaca

Kabar Lamongan – Memasuki minggu pertama Oktober 2025, harga serta pasokan bahan pokok (bapok) di Kabupaten Lamongan terpantau dalam kondisi stabil. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan memastikan bahwa stok maupun harga sejumlah komoditas penting masih berada pada level wajar dan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

Kepala Disperindag Lamongan, Anang Taufik, melalui tim pemantau harga menjelaskan bahwa hasil pantauan di tiga pasar utama—yakni Pasar Sidoharjo, Pasar Babat, dan Pasar Blimbing—menunjukkan tidak ada lonjakan harga bahan pokok yang signifikan sepanjang pekan ini.

“Secara umum harga bahan pokok masih stabil. Bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan sejak awal bulan,” ujar Anang, Selasa (07/10/2025).

Berdasarkan data dari Disperindag Lamongan, harga beras IR 64 kualitas premium tercatat Rp15.000 per kilogram, sementara beras medium dijual Rp13.000 per kilogram. Untuk kebutuhan protein hewani, harga telur ayam ras berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, sedangkan daging ayam boiler dijual Rp38.000 per kilogram. Adapun gula pasir produksi dalam negeri dijual seharga Rp17.500 per kilogram.

Sementara itu, harga bumbu dapur cenderung menurun. Cabai keriting dan cabai merah besar masing-masing turun Rp7.000 dibandingkan harga pada 4 Oktober, kini dijual Rp40.000 per kilogram. Bawang merah juga turun Rp2.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, sedangkan bawang putih tercatat stabil di harga yang sama seperti sebelumnya.

Untuk kebutuhan minyak goreng, merek Minyak Kita masih dijual di harga Rp21.000 per botol. Sementara harga daging sapi murni bertahan di kisaran Rp120.000 per kilogram.

Disperindag Lamongan menyampaikan bahwa kestabilan harga dan pasokan bahan pokok ini merupakan hasil dari koordinasi rutin dengan para pelaku pasar dan distributor. Upaya tersebut dilakukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga serta aktivitas ekonomi lokal terus bergerak positif.

“Kami akan terus melakukan pemantauan harian guna mengantisipasi potensi fluktuasi harga, terutama menjelang akhir tahun,” tegas Anang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x