Ilustrasi ayam potong. Harga ayam naik di Pasar Sidoharjo Lamongan. (Dok. istimewa).Kabar Lamongan – Memasuki awal tahun 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Sidoharjo, Kota Lamongan, mengalami perubahan. Dilansir dari TribunJatim.com pada Kamis (01/01/2026), menunjukkan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, meski sebagian lainnya justru mengalami penurunan.
Kenaikan paling terasa terjadi pada harga daging ayam potong. Salah seorang pedagang ayam di Pasar Sidoharjo Lamongan, Husnul Khotimah (55), mengatakan harga ayam potong kini naik menjadi Rp38.000 per kilogram. Sebelumnya, harga ayam masih berada di angka Rp35.000 per kilogram.
“Dulu Rp35.000, sekarang naik jadi Rp38.000 per kilo,” ujar Husnul, dikutip dari TribunJatim.com, Kamis (01/01/2026).
Meski harga ayam naik, kondisi tersebut tidak diiringi dengan peningkatan permintaan. Husnul justru mengaku penjualannya menurun cukup drastis. Ia menyebut, pada hari-hari sebelumnya dirinya bisa menjual hingga 3 kuintal ayam per hari. Namun saat ini, penjualan hanya berkisar sekitar 2 kuintal per hari.
“Pasarnya sepi, semua harga naik. Biasanya bisa jual sampai 3 kuintal, sekarang cuma sekitar 2 kuintal,” ungkapnya.
Berbeda dengan ayam potong, harga sejumlah bumbu dapur dan sayuran di pasar tersebut justru mengalami penurunan cukup signifikan. Pedagang bumbu dapur dan sayur, Maisaroh, merinci beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga.
Menurutnya, harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp35.000. Cabai rawit juga mengalami penurunan dari Rp50.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.
Sementara cabai besar turun cukup tajam, dari Rp60.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Harga tomat pun ikut merosot, dari Rp15.000 menjadi Rp10.000 per kilogram.
“Bawang merah malah turun, biasanya Rp40.000 sampai Rp50.000, sekarang cuma Rp35.000. Lombok juga turun, cabai rawit dari Rp50.000 jadi Rp40.000, cabai besar dari Rp60.000 ke Rp35.000. Tomat juga turun dari Rp15.000 ke Rp10.000 per kilo,” jelas Maisaroh.
Sementara itu, bawang putih menjadi satu-satunya komoditas bumbu dapur yang terpantau mengalami kenaikan harga, meski tidak signifikan. Harga bawang putih naik dari Rp32.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Kondisi pasar yang sepi membuat para pedagang mengeluhkan menurunnya jumlah pembeli. Mereka menduga, selain faktor cuaca hujan yang terus berlangsung sehingga masyarakat enggan keluar rumah, maraknya tren belanja bahan pokok secara online turut memengaruhi berkurangnya pengunjung pasar tradisional.
“Kondisi pasar ngenes, tambah nggak ada orangnya. Mungkin karena hujan terus, sama sekarang kan ada online-online, jadi orang beli dari rumah saja nggak ke pasar,” keluh Maisaroh.
Para pedagang pun berharap kondisi pasar segera membaik dan harga kebutuhan pokok kembali stabil, sehingga daya beli masyarakat di pasar tradisional dapat pulih seperti sediakala.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Lamongan, Anang Taufik, mengatakan bahwa kenaikan harga sejumlah komoditas kemungkinan besar disebabkan oleh berkurangnya pasokan selama libur Tahun Baru.
Selain itu, menurunnya jumlah pengunjung pasar juga dipengaruhi oleh masyarakat yang masih menikmati masa liburan. “Kembali lagi pada hukum pasar. Tapi kenaikan sejumlah kebutuhan itu tidak cukup tinggi kok,” ujar Anang.
Tidak ada komentar