Ferdiansyah Persembahkan Buku Ayah, Ibu, Aku Butuh Pelukmu sebagai Surat Cinta untuk Keluarga

Pendidikan73 Dilihat

Kabar Lamongan – Setiap orang menyimpan kalimat yang tak pernah sempat terucap kepada orang-orang terdekatnya. Begitu juga yang Ferdiansyah tuliskan lewat buku Ayah, Ibu, Aku Butuh Pelukmu. Buku ini mengangkat kisah seorang anak yang tengah mencari arti keluarga dan arti rumah, sebelum akhirnya menemukan diri sendiri.

Ferdiansyah menuliskan bahwa setiap matahari terbit adalah kesempatan baru untuk menulis babak kehidupan yang lain. Dari premis itulah cerita dalam buku ini bergulir, menelusuri perjalanan batin sang tokoh dalam memahami makna keluarga yang sesungguhnya.

Yang membuat buku ini terasa personal adalah pengakuan penulis bahwa karya ini pada akhirnya merupakan sebuah surat cinta. Buku ini ia persembahkan sebagai hadiah bagi dua sosok yang telah membentuk pribadinya. Keduanya juga menjadi penanda perjalanan panjang menuju sosok yang utuh.

Dalam prolognya, Ferdiansyah menuliskan bahwa ada banyak hal yang ingin ia sampaikan. Namun, sering kali baru ia sadari ketika semuanya sudah terlambat. Ada rindu yang tak terucap, ada maaf yang tertahan, dan ada kenangan yang ia pikir selalu ada, tetapi akhirnya waktu berkata lain.

Ia juga menyinggung mimpi yang nyaris tergapai, kegagalan yang membuatnya jatuh, serta kebahagiaan yang samar-samar terlihat. Lebih jauh, penulis menggambarkan buku ini sebagai buah renungan panjang tentang sosok yang kerap berdiri di belakang, mengamati dari kejauhan, dan mencintai dalam diam.

Saat ini, buku Ayah, Ibu, Aku Butuh Pelukmu telah tersedia di laman toko Detak Pustaka dengan harga Rp85.000. Bagi pembaca yang menyukai kisah dengan sentuhan emosional seputar hubungan keluarga, buku ini bisa menjadi pilihan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *