Kabar Lamongan – Engly Heryanto Ndaomanu merupakan penulis Dalam Pikiran Semesta: Fisika dan Keheranan yang Mengubahkan. Buku itu terbit pada Januari 2026 lewat Detak Pustaka. Dalam karier kepenulisannya, ia tidak pernah benar-benar meninggalkan Kupang, kota tempat ia lahir.
Saat ini, meski tinggal di Batam dan bekerja sebagai Technical Manager di PT. Pegaunihan Technology Indonesia dengan spesialisasi teknologi frekuensi radio, kenangan dan pertanyaan-pertanyaan masa kecilnya tetap ikut bersamanya. Sampai pada akhirnya buku perdananya tercipta.
Bukan Buku Teks Biasa
Engly menggambarkan bukunya bukan sebagai pelajaran, melainkan sebagai perjalanan. Ia ingin mengajak pembaca berkenalan dengan fisika, mulai dari yang paling dekat dengan keseharian, seperti gerak, energi, gelombang, cahaya, hingga listrik.
Perlahan, buku itu akan membawa pembaca memahami sesuatu lebih dalam ke pertanyaan-pertanyaan yang lebih besar, tentang ruang, waktu, dan keterhubungan semesta.
Adapun yang membedakannya dari buku sains populer lain adalah caranya bercerita. Setiap konsep tidak hadir sendirian. Ia datang bersama kenangan masa kecil, cerita keluarga, momen kehilangan, dan suasana doa yang sunyi.
Banyak contoh yang ia angkat berakar dari tradisi dan keindahan Kota Kupang. Ini adalah sesuatu yang menurutnya nyaris tidak pernah muncul dalam buku sains mana pun. Dari perpaduan itu, ia menciptakan genre tersendiri yang ia namakan lyrical scientific memoir.
Buku ini, kata Engly, sangat cocok untuk semua kalangan, pembaca awam, maupun penikmat sains. Ia ingin orang-orang memahami bahwa fisika bukan sesuatu yang abstrak dan jauh, melainkan hadir di sekitar kita. Fisika mengatur semesta yang kita tinggali, dan pada akhirnya bisa membawa kita pada kekaguman terhadap Sang Pencipta.
Perjalanan Kepenulisan yang Panjang
Naskah buku setebal lebih dari 200 halaman ini tidak selesai dalam waktu singkat. Engly mulai menulis pada Oktober 2024 dan merampungkannya pada November 2025. Selama satu tahun itu, ia menulis di sela-sela pekerjaannya. Proses itu ia lakukan di malam hari setelah makan malam, atau di akhir pekan dan hari libur.
Tantangannya bukan hanya soal waktu. Yang paling berat adalah menemukan formula yang tepat, tentang bagaimana menjelaskan konsep fisika yang kompleks dengan cara yang sederhana, tanpa kehilangan kedalaman sainsnya.
Prinsip Einstein yang berbunyi, “Everything should be made as simple as possible, but not simpler” menjadi patokannya. Ia juga harus membaca banyak referensi selama proses itu, sampai daftar pustaka bukunya memakan dua halaman.
Engly sendiri mengakui bahwa bab pertama bukunya belum sepenuhnya menemukan gaya yang ia cari, dan baru mulai terasa lebih baik di bab-bab berikutnya. Kadang malam-malamnya pun tidak tenang. Konsep-konsep dari tulisannya terus berputar di kepalanya hingga sulit tidur. Kopi dan kue selalu ada menemani.
Penerbit Sastra untuk Buku Sains
Ketika mencari penerbit, Engly menemukan Detak Pustaka—sebuah penerbit yang selama ini dikenal lewat novel dan karya sastra. Pilihan itu terdengar tidak biasa untuk sebuah buku sains, tetapi Engly punya alasannya.
“Buku ini, walaupun lebih dekat ke sains populer, juga menggunakan teknik karya sastra dalam penulisannya,” jelasnya. Ia melihat kolaborasi itu sebagai sesuatu yang bisa saling melengkapi, dan genre lyrical scientific memoir pun lahir dari pertemuan dua dunia itu.
Hasilnya melampaui apa yang ia bayangkan. Di bulan pertama sejak terbit, bukunya langsung masuk jajaran terbaik di Detak Pustaka. Dua bulan berturut-turut, ia dinobatkan sebagai Author of the Month.
Pencapaian tersebut sama sekali tidak ia duga, mengingat ia sempat berpikir bahwa butuh waktu bagi pembaca untuk percaya pada sebuah buku dengan kata “Fisika” di judulnya.
Proses Buku Kedua
Engly Heryanto Ndaomanu kini tengah mengerjakan buku keduanya, yang rampung sekitar 75 persen. Berbeda dari buku pertama yang berbicara tentang penciptaan dan keindahan alam semesta, buku berikutnya akan mengangkat tema kehancuran.
Buku ini akan berpijak pada konsep fisika tentang entropi. Ia menyebutnya akan terasa lebih dark. Jika semuanya berjalan lancar, ia berharap bisa kembali bekerja sama dengan Detak Pustaka untuk menerbitkan karya keduanya itu.
Meski karier kepenulisannya baru ia mulai, Engly Heryanto Ndaomanu membuktikan bahwa bukunya bisa bersaing dengan penulis hebat lainnya. Penasaran dengan buku karya Engly? Kamu bisa langsung menemukannya di detakpustakatoko.com.








Bagus bukunya melihat fisika lebih dekat makasih kk EngLy
Saya cukup mengenal penulis dg pemikiran dan kecintaannya pada Fisika. Bisa dibayangkan Fisika yang begitu kompleks dan kemudian disederhanakan oleh penulis, dijamin kita akan amaze dg karya pemikiran dan tulisannya.
Ditunggu karya buku keduanya brother Engly.
Keren kak..
Materi yg cukup berat tp dituliskan dengan bahasa yg ringan.
Sukses untuk buku keduanya kak.
Keren kak Engly.
Materi yg cukup berat tp dituliskan dengan bahasa yg ringan.
Sukses untuk buku keduanya kak.
Keren kak Engly.
Materi yg cukup berat tp dituliskan dengan bahasa yg ringan.
Sukses untuk buku keduanya kak.
Keren kak Engly.
Materi yg cukup berat tp dituliskan dengan bahasa yg ringan.
Sukses untuk buku keduanya kak..