Ilustrasi ekspor dan impor. (Dok. istimewa).Kabar Lamongan – Nilai ekspor berbagai produk asal Kabupaten Lamongan sepanjang tahun 2025 berhasil menembus angka Rp22 triliun. Capaian ini melampaui target yang sebelumnya dipatok sebesar Rp21,8 triliun. Data tersebut dihimpun dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Lamongan.
Komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor tersebut berasal dari sektor baja, aluminium, serta produk olahan hasil perikanan. Kepala Diskoperindag Lamongan, Anang Taufik, menyampaikan bahwa peningkatan nilai ekspor 2025 ini menjadi indikator kuat bahwa produk-produk lokal Lamongan semakin diminati di pasar internasional.
“Kalau dari sisi jumlah perusahaan sebenarnya masih relatif sama, produknya juga tidak banyak berubah. Namun, permintaan dari luar negeri meningkat cukup tajam, sehingga nilai ekspor ikut terdongkrak,” ujar Anang, Jumat (09/01/2026).
Saat ini, Lamongan tercatat memiliki 10 negara mitra utama dalam kegiatan ekspor, yakni China, Jepang, Amerika Serikat, Thailand, Australia, Hongkong, Filipina, Kanada, Malaysia, dan Singapura.
Anang juga menyebutkan bahwa salah satu perusahaan yang berperan besar dalam mendongkrak ekspor Lamongan adalah PT Han. Tingginya permintaan pasar global terhadap produk baja lembaran dan aluminium dari perusahaan tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap total nilai ekspor daerah.
“Salah satu yang paling menunjang adalah PT Han. Permintaan untuk baja lembaran dan aluminium mereka cukup tinggi di pasar global, sehingga berpengaruh terhadap total nilai ekspor Lamongan,” tuturnya.
Meski demikian, Anang mengingatkan bahwa dinamika politik dan ekonomi global tetap perlu dicermati. Ia mencontohkan, kebijakan perdagangan di negara-negara besar seperti Amerika Serikat sempat memengaruhi ritme ekspor.
“Peluang untuk melampaui target sebenarnya sangat terbuka. Namun, kita juga harus terus memantau regulasi global yang bisa berubah sewaktu-waktu. Dampak pembatasan ekspor global memang sempat terasa, tapi sekarang sudah mulai membaik. Kami optimistis ekspor Lamongan ke depan akan terus tumbuh secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Tidak ada komentar