DPL Lamongan Minta Distribusi MBG Dihentikan Sementara Selama Ramadan untuk Evaluasi

Pendidikan62 Dilihat

Kabar Lamongan – Dewan Pendidikan Lamongan (DPL) meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama bulan Ramadan. Usulan tersebut disampaikan menyusul banyaknya keluhan dan pengaduan yang diterima terkait menu makanan yang dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.

Anggota DPL Lamongan, M. Nur Ali Zulfikar, menyampaikan bahwa pihaknya merekomendasikan penghentian distribusi MBG selama Ramadan agar dapat dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Menurutnya, setelah melihat langsung menu yang dibagikan kepada siswa, terdapat ketidaksesuaian antara kualitas makanan dengan besaran anggaran yang dialokasikan.

Sebagaimana diketahui, anggaran MBG untuk siswa TK hingga kelas 3 SD sebesar Rp8.000, sedangkan untuk kelas 4 SD hingga SMA sebesar Rp10.000. Namun, Ali menilai menu yang disajikan belum mencerminkan nilai anggaran tersebut.

“Kami menerima laporan dari wali murid dan pihak sekolah. Makanan yang dibagikan selama Ramadan terkesan seadanya, bahkan ada yang seperti menu takjil dengan nilai sekitar Rp5.000,” ujar Ali Zulfikar, Selasa (24/02/2026).

Keluhan yang masuk tidak hanya soal nilai makanan. Beberapa laporan juga menyebutkan kondisi makanan yang kurang segar, bahkan ditemukan buah yang sudah busuk. Selain itu, menu dinilai belum memenuhi kebutuhan gizi anak, dan proses distribusi ke sekolah-sekolah disebut kurang maksimal, termasuk adanya keterlambatan.

Atas berbagai temuan tersebut, DPL meminta agar dilakukan evaluasi terhadap SPPG yang melaksanakan program MBG di sekolah-sekolah. Ali menegaskan pentingnya pembenahan dalam aspek pengelolaan, pengawasan, serta standar kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

Menurutnya, penghentian sementara selama Ramadan justru dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh. Evaluasi yang dimaksud mencakup proses pengadaan bahan makanan, pengolahan, hingga sistem distribusi ke sekolah-sekolah.

Ali juga menilai bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menata ulang sistem pelaksanaan program agar ke depan berjalan lebih baik. Ia mengusulkan peningkatan kualitas menu serta pengetatan pengawasan agar standar pelayanan dapat ditingkatkan.

“Kalau ingin program ini berjalan baik, kualitas menu harus diperbaiki dan pengawasan diperketat. Sehingga ke depan tercipta standar yang lebih baik dan makanan yang benar-benar bergizi serta layak dikonsumsi siswa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *