DPKH Lamongan Kembangkan Edufarm sebagai Ruang Belajar Peternakan Terbuka

Pendidikan70 Dilihat

Kabar Lamongan – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Lamongan mengembangkan Edufarm yang berada di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembibitan dan Pengolahan Pakan Ternak Mantup sebagai pusat edukasi peternakan terpadu.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada masyarakat, khususnya pelajar, mengenai dunia peternakan.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa edufarm hadir sebagai ruang belajar terbuka yang memungkinkan peserta didik memahami praktik peternakan, kesehatan hewan, hingga pengolahan pakan secara langsung.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung kunjungan siswa Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah di lokasi edufarm Mantup, Lamongan, Jawa Timur, Rabu (11/02/2026).

Menurutnya, Edufarm menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus aplikatif. Anak-anak tidak hanya mendapatkan teori di dalam kelas, tetapi juga bisa melihat dan mempraktikkan langsung kegiatan di bidang peternakan.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Lamongan memiliki potensi besar di sektor peternakan. Oleh karena itu, pengenalan bidang ini sejak usia dini dinilai penting agar generasi muda memiliki ketertarikan terhadap dunia peternakan di masa depan.

Melalui program tersebut, para siswa diperkenalkan pada berbagai jenis ternak, mulai dari sapi, kambing, ayam, bebek, hingga kelinci. Mereka juga belajar mengenai cara pemeliharaan hewan, proses pengolahan pakan, hingga pembuatan pupuk organik.

“Dengan kegiatan edufarm, anak-anak dapat melihat langsung hewan ternak, praktik memberi pakan, serta mengenal proses pembuatan silase atau metode pengawetan pakan ternak dan pembuatan pupuk organik,” ujar Bupati Lamongan.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 24 siswa mengikuti rangkaian pembelajaran. Mereka diajak mengunjungi gudang pakan untuk melihat proses pencacahan rumput serta pengolahan hijauan menjadi silase sebagai metode pengawetan pakan ternak.

Tak hanya itu, para peserta juga dilibatkan dalam praktik mengayak dan mengemas pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak. Setelahnya, mereka menanam bibit sayuran seperti cabai, tomat, dan terong di dalam polibag untuk kemudian dibawa pulang.

Kepala DPKH Kabupaten Lamongan, Shofiah Nurhayati, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan guna menyosialisasikan program edufarm ke berbagai sekolah.

Ia menegaskan, tujuan utama dari program ini adalah menyediakan fasilitas edukasi peternakan bagi satuan pendidikan agar siswa mendapatkan pembelajaran langsung yang lebih efektif dan bermakna.

Shofiah berharap keberadaan edufarm dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor peternakan. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendukung penguatan ekonomi daerah yang berbasis agribisnis di Kabupaten Lamongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *