DPD PKS Lamongan Gelar MHQ, 32 Peserta Antusiasme Ikut Serta

Peristiwa, Politik80 Dilihat

Kabar Lamongan – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Lamongan menggelar Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat spiritualitas sekaligus meningkatkan kualitas kader. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sistem seleksi berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.

Ketua DPD PKS Lamongan, Ali Afandi, melalui Sekretaris DPD PKS Lamongan, Hendri Ikhfadhi, menyampaikan bahwa antusiasme peserta pada pelaksanaan tahun ini melampaui perkiraan panitia. Semula, panitia hanya menargetkan keterwakilan dari 16 Unit Pembinaan Anggota (UPA). Namun, jumlah pendaftar justru mencapai 32 orang.

“Alhamdulillah antusiasmenya cukup besar. Awalnya kami melihat dari 16 UPA, ternyata pesertanya sampai 32 orang. Ini menunjukkan semangat yang luar biasa dari para kader untuk berpartisipasi dalam syiar Al-Quran,” ujar Hendri, Minggu (22/02/2026).

Ia menjelaskan, MHQ tingkat kabupaten ini merupakan tahapan awal dari proses seleksi yang cukup ketat. Para pemenang nantinya akan mewakili Lamongan di ajang tingkat Provinsi Jawa Timur pada 1 Maret mendatang. Jika berhasil lolos, mereka akan melanjutkan kompetisi hingga ke tingkat nasional.

“Prosesnya berjenjang. Setelah tingkat kabupaten hari ini, para pemenang akan lanjut ke tingkat provinsi pada tanggal 1 nanti. Jika lolos, mereka akan terus melaju hingga ke tingkat nasional,” jelasnya.

Menurut Hendri, pelaksanaan tahun ini juga menjadi momen penting untuk memberikan gambaran yang jelas kepada para kader terkait teknis perlombaan. Ia optimistis, setelah format dan mekanisme lomba dipahami secara langsung, jumlah peserta pada tahun-tahun berikutnya akan meningkat signifikan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kecintaan terhadap Al-Quran merupakan fondasi utama bagi setiap kader PKS. Di internal partai, terdapat standar hafalan yang menjadi indikator kualitas anggota pelopor. Untuk anggota dewasa, minimal memiliki hafalan Juz 28. Sementara anggota madya ditargetkan hafal Juz 29, dan anggota penggerak minimal hafal Juz 30.

Bagi kader yang belum memenuhi target tersebut, hal itu menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan agar terus meningkatkan hafalan.

“Lomba ini bukan sekadar mengejar hadiah, tapi bagaimana kita mengevaluasi kualitas bacaan, baik dari sisi tahsin, murajaah, maupun tajwid para kader,” tegas Hendri.

Melalui Bidang Kaderisasi (BKP), DPD PKS Lamongan berharap hasil MHQ ini dapat dijadikan bahan evaluasi untuk menyusun kebijakan pengembangan kader ke depan. Fokus utamanya adalah memastikan setiap pelopor partai memiliki pemahaman yang mendalam serta kemampuan membaca Al-Quran yang baik dan benar.

Dengan adanya pemetaan potensi dan kualitas riil kader melalui ajang ini, BKP diharapkan mampu merumuskan langkah strategis yang tepat. Harapannya, kualitas pemahaman dan bacaan Al-Quran kader PKS di Kabupaten Lamongan terus meningkat dari waktu ke waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *