DPC PKB Lamongan Masuk Babak Baru, Ahmad Jauhar Fikri Jadi Sorotan

Politik119 Dilihat

Kabar Lamongan – Ahmad Jauhar Fikri atau yang karib disapa Saleho menjadi sebagai salah satu kandidat kuat Ketua DPC PKB Lamongan. Kehadirannya langsung menyedot perhatian, karena usianya yang baru menginjak 33 tahun, dan tercatat sebagai calon termuda se-Jawa Timur.

Bukan perkara mudah tampil di tengah deretan nama besar. Saleho harus berhadapan langsung dengan sejumlah tokoh senior PKB Lamongan, antara lain Ketua DPC PKB Haji Ghofur, Ketua DPRD Lamongan M Fredy Wahyudi, hingga Ketua Bapemperda DPRD Lamongan Suherman.

Kalangan internal partai menilai peluang Saleho cukup terbuka. Salah satu alasannya adalah ceruk pemilih muda di Lamongan belum banyak tergarap. Dan rekam jejaknya selama ini dari kampus hingga struktur partai nasional dianggap cukup mumpuni untuk jadi modal bertarung.

Perjalanan politik Saleho dimulai dari ruang diskusi kampus. Sekitar 2011, ia mulai aktif di PMII saat masih menempuh pendidikan di IAIN Sunan Ampel Surabaya, yang kini menjadi UIN Sunan Ampel.

Prosesnya tidak instan, ia melewati jenjang demi jenjang organisasi hingga akhirnya dipercaya memegang posisi Ketua Cabang PMII Surabaya Selatan pada 2014.

Di periode kepemimpinannya itu, sejumlah program pengembangan organisasi berhasil ia jalankan. Sosoknya dikenal serius dan membumi. Salah satu ciri khasnya yang sering diingat orang, yakni ke mana-mana selalu menenteng buku karya Tan Malaka.

Selepas PMII, Saleho merapat ke DPW PKB Jawa Timur. Ia mengambil peran di bagian kesekretariatan sembari ikut mengawal berbagai kebijakan pimpinan wilayah. Lalu pada 2019, kariernya naik dengan bertugas di Jakarta untuk mengawal kebijakan partai dalam skala yang jauh lebih besar.

Nama Saleho kian melambung setelah Musyawarah Wilayah DPW PKB Jatim 2025. Dalam forum itu, ia ditunjuk sebagai Wakil Sekretaris DPW PKB Jatim di bawah kepemimpinan Gus Halim dan Multazamudz Dzikri. Sejak saat itu, namanya mulai diperhitungkan lebih serius dan tidak butuh lama hingga ia masuk dalam bursa calon Ketua DPC Lamongan.

Proses Muscab DPC Lamongan pun ia jalani dari awal sampai akhir. Saleho mengikuti seluruh tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), baik yang digelar di Malang maupun yang diselenggarakan langsung oleh DPP PKB.

Dengan tagline Berjuang hingga Tuntas, ia tak banyak sesumbar soal kemenangan. Sikapnya justru sebaliknya. “Saya sudah mengikuti seluruh rangkaian Muscab hingga UKK tahap kedua. Selebihnya, siapapun yang jadi harus dihormati bersama. Sebab, ini adalah keputusan tertinggi partai dan tidak bisa diganggu gugat,” ujarnya.

Kemunculan Ahmad Jauhar Fikri dalam kontestasi ini menunjukkan bahwa PKB tidak menutup pintu bagi generasi baru. Di tengah panggung politik yang kerap dikuasai wajah-wajah lama, Saleho hadir sebagai sinyal bahwa anak muda juga punya tempat dan siap membuktikannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *