Diskoperindag Lamongan Gelar Operasi Pasar Murah, Antisipasi Kenaikan Harga saat Ramadan

Bisnis, Peristiwa66 Dilihat

Kabar Lamongan – Ratusan warga memadati lokasi Operasi Pasar Murah (OPM) yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Lamongan pada Jumat (20/02/2026) pagi.

Kegiatan yang memasuki hari kedua ini berlangsung di Pasar Sidoharjo, Kabupaten Lamongan, dan dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Kepala Diskoperindag Lamongan, Anang Taufik, menjelaskan bahwa pelaksanaan OPM ini merupakan langkah antisipatif menghadapi potensi kenaikan harga komoditas saat bulan Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Tim Satgas Pangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

“Kami berupaya mengantisipasi peningkatan harga beberapa komoditas sembako seperti cabai, bawang, daging ayam, dan telur,” ujar Anang, Jumat (20/02/2026).

Ia mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir memang terjadi kenaikan harga pada sejumlah bahan pangan. Salah satu yang cukup signifikan adalah cabai yang melonjak dari Rp80 ribu menjadi Rp100 ribu per kilogram.

Menurutnya, harga cabai cenderung fluktuatif dan sulit dikendalikan karena sangat bergantung pada pasokan. Bahkan, di luar Lamongan harga cabai sudah ada yang menembus di atas Rp100 ribu per kilogram.

“Cabai ini memang fluktuatif dan sulit dikendalikan karena tergantung pasokan. Di luar Lamongan bahkan sudah ada yang di atas Rp100 ribu. Melalui pasar murah ini, kami berupaya melakukan intervensi agar pergerakan harganya bisa ditekan,” jelasnya.

Dalam OPM tersebut, Diskoperindag menyediakan berbagai komoditas, di antaranya 50 paket cabai, 50 paket telur, 50 paket daging ayam, 2 ton beras, serta 60 dus minyak goreng. Khusus minyak goreng, dijual dengan harga Rp15 ribu per liter, mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp15.700.

Anang menambahkan, ketersediaan minyak goreng di Lamongan hingga saat ini relatif aman. Hal itu karena salah satu distributor utamanya adalah Perum Badan Urusan Logistik (Bulog). Ia juga menegaskan bahwa pedagang yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dapat memperoleh pasokan sesuai harga standar Rp15.700.

“Dengan NIB, pedagang bisa mendapatkan pasokan sesuai harga standar Rp15.700. Jika ditemukan penjualan di atas harga tersebut, tentu akan ada tindakan sesuai aturan,” tegasnya.

Sementara untuk stok cabai, Anang memastikan ketersediaannya masih relatif aman meskipun pasokan di pasaran mulai terbatas. Ia mengakui bahwa cabai bukan kebutuhan pokok utama seperti beras dan minyak goreng, namun komoditas ini tetap menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap inflasi daerah.

Melalui Operasi Pasar Murah ini, pemerintah daerah Lamongan berharap gejolak harga dapat ditekan sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih stabil saat Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *