Coworking Space Lamongan Jadi Pusat Kolaborasi UMKM, Pemuda, dan Startup Desa

Bisnis70 Dilihat

Kabar Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan akan melanjutkan pembangunan coworking space yang diproyeksikan menjadi pusat kolaborasi bagi pemuda, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif di daerah. Berlokasi di Lapangan Gadjah Mada, fasilitas ini digadang-gadang bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis desa.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan kehadiran coworking space ini jauh melampaui fungsi ruang kerja biasa. Baginya, ini adalah wadah strategis untuk memacu inovasi dan kewirausahaan, terutama di sektor pertanian, perikanan, dan ekonomi kreatif.

“Coworking space ini kita siapkan sebagai pusat kolaborasi lintas sektor. Tidak hanya untuk anak muda, tetapi juga pelaku UMKM dan masyarakat desa agar bisa berkembang bersama, naik kelas, dan mampu bersaing di era digital,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes, dikutip dari TribunJatim.com, Sabtu (25/04/2026).

Program ini juga diarahkan untuk menopang posisi Lamongan sebagai lumbung pangan nasional sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis digital.

Sejumlah program unggulan sudah dirancang untuk dijalankan di fasilitas ini. Salah satu yang paling menonjol adalah inkubasi UMKM dan startup desa, yang mencakup pendampingan branding, pengemasan produk, sampai pemasaran digital.

Para pelaku usaha juga akan dibantu urusan legalitas, seperti pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal, serta dibukakan akses permodalan mulai dari koperasi hingga investor lokal.

Tak ketinggalan, program digitalisasi turut masuk dalam agenda utama dengan menyasar generasi muda. Pelatihan content creator, digital marketing, hingga penyediaan studio mini untuk produksi konten disiapkan agar produk-produk lokal Lamongan makin dikenal lewat platform digital.

“Anak-anak muda kita dorong untuk kreatif dan melek digital. Mereka bisa membantu memasarkan produk lokal sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru,” kata Pak Yes.

Di sektor pertanian dan perikanan, coworking space ini akan menghadirkan pelatihan smart farming, budidaya modern, hingga pengolahan hasil panen dan hasil laut menjadi produk bernilai tambah seperti ikan asap, abon, dan frozen food.

Pak Yes menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi hilirisasi produk, supaya hasil tani dan tangkapan laut tidak sekadar dijual mentah, melainkan punya nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Selain fungsi pelatihan, coworking space ini juga dirancang menjadi pusat komunitas dan networking. Berbagai kegiatan direncanakan hadir secara rutin, mulai dari forum kolaborasi antar desa, sharing session bersama pelaku usaha sukses, hingga event-event komunitas.

Pemkab Lamongan juga akan menggandeng organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna dan komunitas lokal lainnya demi memperkuat sinergi pemberdayaan masyarakat desa.

Untuk fasilitas penunjang, tersedia ruang kerja fleksibel atau hot desk, ruang meeting, akses internet cepat, creative space, hingga mini studio.

“Harapannya, coworking space ini menjadi ekosistem yang hidup, tempat lahirnya ide-ide inovatif dan kolaborasi nyata untuk kemajuan Lamongan,” pungkasnya.

Dengan konsep tersebut, coworking space Lamongan diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi berbasis desa sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *