Bupati Lamongan Usulkan Modifikasi Cuaca Atasi Banjir yang Rendam 44 Desa

Peristiwa87 Dilihat

Kabar Lamongan – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengusulkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu penanganan banjir yang hingga kini masih menggenangi puluhan desa di wilayahnya. Usulan itu ia sampaikan langsung saat bertemu dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dan BMKG Provinsi Jawa Timur di Kantor BMKG Juanda, Surabaya.

“Kami mengusulkan agar modifikasi cuaca dapat dilakukan di Lamongan, khususnya di wilayah dengan genangan cukup tinggi, sehingga kondisi segera membaik dan masyarakat bisa kembali beraktivitas,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes, Rabu (11/03/2026).

Banjir di Lamongan bukan persoalan baru. Sudah sekitar empat bulan lamanya air tak kunjung surut dan kini berdampak pada 44 desa yang tersebar di lima kecamatan. Yang lebih mengkhawatirkan, di beberapa titik ketinggian air justru masih terus naik, bukan turun.

Pak Yes menjelaskan, lambatnya surutnya air bukan semata karena hujan yang terus turun, melainkan karena aliran air dari kawasan terdampak terhalang oleh tingginya muka air laut dan debit Bengawan Solo yang lebih tinggi dibanding sungai-sungai lokal di sekitarnya. Kondisi ini membuat air seolah terjebak dan tidak punya jalan keluar.

Menanggapi usulan tersebut, Kepala BMKG Provinsi Jawa, Timur Taufiq Hermawan, menyampaikan bahwa operasi modifikasi cuaca direncanakan mulai dijalankan pada 16 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.

Namun, ia menegaskan pelaksanaannya tetap akan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang terus dipantau BMKG. Jika kondisi memungkinkan, operasi modifikasi cuaca itu bisa digelar di wilayah Lamongan guna menekan intensitas curah hujan.

Dalam pertemuan itu, BPBD Provinsi Jawa Timur dan BMKG juga sama-sama menekankan pentingnya data dan informasi cuaca yang akurat sebagai pijakan dalam menentukan langkah antisipasi maupun penanganan bencana secara tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *