Kabar Lamongan – Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti pernah mengalami berbagai perasaan, baik sedih maupun senang. Hal inilah yang ingin Nicky A sampaikan dalam buku Semesta Dalam Diri. Buku ini merangkum tiga pengalaman batin yang begitu dekat dengan manusia, yakni rasa takut, kehilangan, dan harapan.
Pengalaman batin tersebut kemudian ia rangkai menjadi sebuah perjalanan reflektif untuk kembali mengenal diri sendiri. Sejak awal, penulis akan mengajak kamu menelusuri ruang-ruang sunyi dalam hati. Ada momen ketika seseorang merasa tersesat dalam pikirannya sendiri, lupa pada siapa dirinya sebenarnya.
Melalui bahasa yang lembut dan puitis, Nicky A mengingatkan bahwa sering kali kita terlalu sibuk menghadapi dunia luar hingga abai pada suara hati yang paling dalam.
Perjalanan yang ia tawarkan dalam buku ini bukan perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin. Ia mengajak kamu menyusuri kembali jejak-jejak rasa yang pernah hilang. Selain itu, ia juga mengajak untuk menengok luka yang mungkin belum sepenuhnya sembuh, serta menerima ketakutan yang selama ini kamu hindari.
Proses ini ia ibaratkan seperti melangkah di lorong sunyi yang terasa hening, namun justru di sanalah seseorang belajar memahami diri sendiri dengan lebih jujur.
Menariknya, buku ini tidak berhenti pada kesedihan atau kehilangan semata. Di ujung setiap perenungan, selalu ada secercah harapan yang memancar. Harapan itu menjadi simbol bahwa setelah gelap, selalu ada cahaya, karena setelah luka, selalu ada kemungkinan untuk pulih.
Dengan pendekatan yang reflektif dan menyentuh, buku Semesta Dalam Diri menjadi bacaan yang relevan bagi siapa saja yang sedang mencari makna, berdamai dengan masa lalu, atau sekadar ingin kembali menemukan diri sendiri.
Apabila kamu tertarik membaca buku ini lebih dalam, kamu bisa mendapatkannya lewat laman resmi detakpustakatoko.com. Selain itu, agar lebih mudah kamu juga bisa membelinya di sini: Semesta Dalam Diri.







