BBK 7 UNAIR Gelar Bedahan Berdaya Weeks, Jangkau Hampir 200 Warga Desa Bedahan

Desa82 Dilihat

Kabar Lamongan – Sebanyak sembilan mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Bedahan Berdaya Weeks di Desa Bedahan, Kecamatan Babat, pada 6–30 Januari 2026.

Program ini menghadirkan berbagai aksi pemberdayaan masyarakat yang menyentuh isu lingkungan, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi lokal.

Kegiatan diawali dengan Bedahan Berdaya Green Workshop yang digagas sebagai respons atas persoalan limbah rumah tangga serta maraknya eceng gondok di perairan desa. Bertempat di Balai Desa Bedahan, mahasiswa mengadakan seminar mengenai pengelolaan sampah organik.

Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan praktik pemasangan 10 biopori komposter di Lapangan Desa Bedahan bersama pemuda Karang Taruna. Melalui kegiatan ini, warga tidak hanya menerima materi, tetapi juga mendapatkan keterampilan langsung untuk mengolah limbah menjadi kompos secara mandiri dan berkelanjutan.

Memasuki minggu kedua dan ketiga, program berlanjut dengan Bedahan Berdaya Talks. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memilih menyatu dengan aktivitas rutin warga agar penyuluhan lebih efektif dan merata. Edukasi kesehatan serta literasi ekonomi disampaikan dalam pertemuan RT, kegiatan posyandu balita dan lansia, serta kegiatan di SD Negeri Bedahan.

Materi yang diberikan mencakup pencegahan demam berdarah dengue (DBD), kanker serviks, kesehatan gigi anak, serta pengenalan digitalisasi UMKM. Dengan pendekatan tersebut, informasi dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Upaya penguatan ekonomi desa diwujudkan melalui Bedahan Berdaya Business Clinic yang digelar pada minggu ketiga dan keempat. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pendampingan UMKM secara door-to-door.

Mahasiswa membantu pelaku usaha membuat akun digital, mendaftarkan lokasi usaha di Google Maps, mengoptimalkan pemasaran daring, hingga mengaktifkan QRIS sebagai metode pembayaran.

Pendampingan ini diharapkan mampu mendorong UMKM Desa Bedahan agar lebih siap dan adaptif menghadapi perkembangan ekonomi digital.

Koordinator BBK 7 UNAIR Desa Bedahan, Abbas, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah mengumpulkan warga untuk hadir di Balai Desa.

“Cukup sulit mengumpulkan warga untuk datang ke Balai Desa, dan khawatirnya dampak penyuluhan yang kami laksanakan menjadi kurang merata,” ujarnya, dilansir dari laman resmi UNAIR.

Oleh sebab itu, tim KKN memilih metode dengan terlibat langsung dalam agenda pertemuan rutin setiap RT di Desa Bedahan. Secara keseluruhan, mereka mendatangi 12 RT, dengan jumlah kehadiran sekitar 15 hingga 25 orang di setiap pertemuan. Jika diperkirakan, tim KKN berhasil menjangkau hampir 200 warga

Selama hampir satu bulan pelaksanaan, Bedahan Berdaya Weeks tidak hanya menghadirkan program kerja, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat. Pendekatan partisipatif yang dilakukan mahasiswa UNAIR tersebut menjadi langkah nyata dalam mendorong Desa Bedahan menuju kemandirian yang lebih berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *