Ilustrasi beras. Bapanas dan Satgas Pangan sidak harga beras di Lamongan. (pexels.com/Mari M).Kabar Lamongan – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Satgas Pangan Lamongan melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan harga beras tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sidak tersebut dilakukan ke sejumlah pasar tradisional dan toko ritel, pada Rabu (12/11/2025).
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran sidak adalah Pasar Tradisional Sidoharjo di Kota Lamongan. Dalam kegiatan tersebut, petugas memantau aktivitas jual beli beras dan memastikan tidak ada pedagang yang menjual di atas harga yang ditentukan.
“Dari hasil sidak yang kami lakukan, secara keseluruhan harga beras di Lamongan masih dalam koridor aman dan sesuai dengan HET pemerintah,” ujar Analis Ketahanan Pangan Bapanas, Yeni Katon Rahmawati Sujarno, dikutip dari detik.com.
Berdasarkan hasil pengecekan, harga beras premium tercatat Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.500 per kilogram. Yeni menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin untuk menjaga kestabilan harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), di mana biasanya terjadi peningkatan permintaan dan potensi lonjakan harga.
“Bapanas bersama pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan agar harga tetap stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” tambah Yeni.
Sementara itu, Ketua Satgas Pangan Lamongan Ipda Rizma Ramadhama menegaskan pentingnya kepatuhan pedagang terhadap ketentuan HET yang berlaku. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah kini juga telah membentuk Satgas Pengendali Harga Beras sebagai upaya pengawasan khusus menghadapi akhir tahun.
“Bapanas telah membentuk Satgas Pengendali Harga Beras. Kami dari Satgas Pangan di wilayah turun langsung untuk memastikan harga di lapangan sesuai HET. Kami imbau pedagang dan produsen untuk mematuhi ketentuan harga eceran tertinggi baik untuk beras premium, medium, maupun SPHP,” ujar Rizma dilansir dari detik.com.
Dari hasil pemantauan tersebut, Rizma memastikan bahwa di wilayah Lamongan tidak ditemukan adanya pelanggaran harga. Pengawasan dilakukan di beberapa titik, termasuk Pasar Sidoharjo dan sejumlah toko ritel modern seperti Indomaret.
“Kalau di Lamongan sendiri tidak ada yang menjual di atas HET. Namun, jika nanti ditemukan pelanggaran, akan diberikan surat teguran dari Dinas Perdagangan, Kepolisian, dan Dinas Ketahanan Pangan. Jika tetap tidak dipatuhi, sanksinya bisa sampai pada penutupan toko,” tegasnya.
Selain harga, petugas juga memastikan bahwa stok beras di Lamongan dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026. Rizma menambahkan, kegiatan sidak semacam ini akan terus dilakukan secara berkala untuk mencegah lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang akhir tahun.
“Untuk stok beras, baik di pasar tradisional maupun di ritel modern, kondisinya masih aman dan terkendali,” pungkas Rizma.
Tidak ada komentar