Bantuan Pangan Lamongan Disalurkan untuk 177 Ribu Keluarga

Desa, Peristiwa94 Dilihat

Kabar Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menyalurkan bantuan pangan dari Cadangan Pangan Pemerintah kepada 177.486 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 27 kecamatan.

Program ini dijalankan sebagai langkah nyata untuk menjaga ketahanan pangan warga di tengah tekanan ekonomi dan ancaman cuaca ekstrem yang belakangan makin mengkhawatirkan.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa bantuan ini penting agar warganya tidak sampai mengalami kerawanan pangan.

“Upaya penyaluran bantuan ditujukan supaya masyarakat tidak mengalami kekurangan pangan,” ujarnya usai menyerahkan bantuan secara simbolis di Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah, dan Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Sabtu (09/05/2026).

Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng per bulan melalui program Cadangan Pangan Pemerintah tersebut.

Untuk Kecamatan Karanggeneng, bantuan dialokasikan kepada 6.096 penerima bantuan pangan (PBP), dengan 408 di antaranya berasal dari Desa Sumberwudi. Adapun di Kecamatan Kalitengah, tercatat 5.122 PBP dengan 324 penerima berlokasi di Desa Pucangro.

Di waktu bersamaan, penyaluran juga berlangsung di Kecamatan Bluluk. Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara turun langsung ke Balai Desa Primpen untuk memimpin distribusi bantuan di sana.

Total yang disalurkan di kecamatan itu mencapai 60.040 kilogram beras dan 12.008 liter minyak goreng, yang dibagikan kepada 3.002 penerima manfaat, termasuk 215 warga Desa Primpen.

Dalam kesempatan itu, Dirham juga mengingatkan masyarakat soal pentingnya menjaga keamanan data pribadi agar status mereka tetap tercatat di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Ia mengingatkan bahwa sejumlah persoalan seperti keterlibatan judi online, kredit bermasalah, hingga penyalahgunaan identitas bisa berdampak langsung pada status kepesertaan bantuan sosial seseorang.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Bulog Cabang Bojonegoro, Shinta Wiharjo, menjelaskan bahwa bantuan yang diterima warga kali ini merupakan akumulasi untuk periode Februari–Maret, sehingga masing-masing penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng sekaligus.

Shinta juga menambahkan bahwa beras yang disalurkan bukan sembarang beras impor, melainkan hasil serapan dari petani lokal Lamongan sendiri. Artinya, program ini tidak hanya menyentuh sisi konsumsi masyarakat, tetapi juga menjadi penopang bagi sektor pertanian daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *