Banjir Luapan Bengawan Jero Picu Kenaikan Harga Sembako di Lamongan

Desa33 Dilihat

Kabar Lamongan – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan hingga kini belum juga surut. Kondisi banjir di Lamongan ini berdampak langsung pada naiknya harga kebutuhan pokok, sehingga semakin memberatkan beban ekonomi warga terdampak.

Banjir terjadi akibat luapan Sungai Bengawan Jero yang telah merendam permukiman warga selama sekitar dua bulan. Akibatnya, aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh dan distribusi barang ke wilayah terdampak menjadi terhambat.

Kepala Dusun Glagah, Kecamatan Glagah, Suparjo, menyebutkan bahwa wilayah yang masih terisolasi serta sulitnya akses transportasi menjadi faktor utama kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Banjir sudah berjalan dua bulan. Ekonomi warga terganggu, sembako dan kebutuhan lainnya mengalami kenaikan. Akses jalan terendam dan hanya bisa dilewati menggunakan perahu,” kata Suparjo, Jumat (16/01/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan harga terjadi pada berbagai komoditas dapur. Rata-rata harga barang naik sekitar Rp5.000 hingga Rp7.000 dibandingkan harga normal.

Menurutnya, kenaikan tersebut sangat dirasakan warga, mengingat banyak masyarakat yang tidak dapat menjalankan aktivitas ekonomi akibat banjir. Kini, warga harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, hingga telur.

Suparjo berharap pemerintah daerah dapat turun tangan untuk menstabilkan harga atau menyalurkan bantuan logistik secara merata kepada warga terdampak.

“Sembako saat ini naik signifikan. Harga kebutuhan naik Rp5.000 sampai Rp7.000 per item. Ini karena akses ke pasar dan keluar masuk wilayah terganggu, sehingga membuat harga kebutuhan meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, hingga kini debit air di kawasan Bengawan Jero masih bersifat fluktuatif dan sangat bergantung pada intensitas curah hujan. Warga pun diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan naiknya debit air susulan, sembari menunggu bantuan logistik serta normalisasi harga di pasar lokal.

Hal serupa disampaikan Fatimah, salah satu warga terdampak banjir. Ia mengaku tidak memiliki banyak pilihan saat harus menghadapi kenaikan harga bahan pokok.

“Intinya, barang kebutuhan dapur naik semua,” keluhnya.

Meski demikian, Fatimah mengaku masih dapat memahami kondisi tersebut. Pasalnya, para pedagang harus mengeluarkan biaya tambahan agar dapat masuk ke wilayah banjir, salah satunya dengan menyewa perahu untuk mengangkut barang dagangan ke lokasi terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *