Banjir di Bengawan Jero Meluas, Lamongan Maksimalkan Pompa hingga 14 Jam

Desa, Peristiwa25 Dilihat

Kabar Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menggenjot upaya penanganan banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Bengawan Jero, yang dipicu oleh cuaca ekstrem di wilayah tersebut. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah mengoptimalkan penggunaan pompa air hingga 14 jam per hari.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan bahwa peningkatan durasi dan kapasitas pompa bertujuan untuk mempercepat pembuangan air melalui Pintu Air Kuro dan sejumlah bendung lainnya.

“Upaya yang kami lakukan saat ini adalah mempercepat penurunan tinggi air dengan menambah kapasitas dan durasi pengoperasian pompa,” ujar Bupati Lamongan, dikutip dari Antara News, Selasa (13/01/2026).

Ia menjelaskan bahwa Desa Bojoasri di Kecamatan Kalitengah menjadi salah satu wilayah dengan genangan terparah. Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis desa tersebut yang berada di dataran rendah dan berbentuk cekungan, sehingga air yang menggenang membutuhkan waktu lebih lama untuk surut.

Agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga menyiapkan perahu karet untuk membantu mobilitas anak-anak sekolah di wilayah terdampak banjir.

“Mulai hari ini perahu karet sudah disiapkan agar anak-anak tetap bisa berangkat ke sekolah dengan baik, dan fasilitas ini akan terus kami lanjutkan,” tambahnya.

Selain sarana transportasi, pemerintah daerah juga terus menyalurkan berbagai bantuan kepada warga di lima desa terdampak banjir, yakni Desa Bojoasri, Pomahanjangan, Sukorejo, Waruk, dan Karanganom.

Bantuan yang diberikan meliputi makanan siap saji, tambahan gizi, lauk pauk, selimut, paket kebersihan, perlengkapan anak, paket lansia, perlengkapan makan, pakaian pria dan wanita, hingga perlengkapan sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, menyebutkan bahwa pompa air yang berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten dioperasikan mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB.

Adapun pompa milik Balai Besar Wilayah Sungai dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur beroperasi dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.

Sebagai catatan, rekonstruksi Pintu Air Kuro yang dilakukan pada tahun sebelumnya telah meningkatkan kapasitas pompa hingga mencapai 10.000 liter per detik. Peningkatan tersebut merupakan bagian dari total kebutuhan kapasitas pompa sebesar 20.000 liter per detik untuk pengendalian banjir di kawasan Bengawan Jero.

Dari total kebutuhan tersebut, masing-masing 10.000 liter per detik dialokasikan untuk Pintu Air Kuro dan Pintu Air Melik. Sistem ini juga diperkuat dengan pompa tambahan jenis submersible axial pump serta dukungan genset agar operasional tetap berjalan saat debit air meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *