Banjir Bengawan Jero Lamongan Mulai Menyusut setelah Pintu Air Kuro Dibuka

Peristiwa35 Dilihat

Kabar Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus melakukan berbagai upaya untuk menangani banjir yang melanda wilayah Bengawan Jero. Banjir Bengawan Jero tersebut sebelumnya menggenangi 44 desa yang tersebar di lima kecamatan di Lamongan.

Ikhtiar ekstra yang dilakukan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil positif. Ketinggian air yang sempat merendam rumah warga, lahan tambak, hingga jalan desa kini perlahan mengalami penurunan.

Salah satu langkah penting dalam penanganan banjir ini adalah dibukanya Sluis Kuro atau pintu air Kuro. Pintu air tersebut dilaporkan mulai dibuka sejak Minggu (25/01/2026) pagi sebagai kunci utama pembuangan air dari wilayah Bengawan Jero.

Dilansir dari Tribun Jatim, pembukaan pintu air Kuro memberikan dampak langsung terhadap penurunan tinggi muka air atau peil di kawasan pembuangan Blawi. Kondisi ini terjadi karena permukaan air Bengawan Solo berada lebih rendah dibandingkan debit air Bengawan Jero, sehingga memungkinkan aliran air keluar secara maksimal.

Situasi tersebut menjadi angin segar bagi warga di sejumlah kecamatan terdampak, seperti Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Glagah, dan Deket. Wilayah-wilayah ini selama ini kerap mengalami luapan air saat curah hujan meningkat.

Dengan kondisi tersebut, pengeluaran air dari Bengawan Jero kini dapat dilakukan tanpa lagi menggunakan pompa air yang berada di Sluis Kuro.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan, Mohammad Nalikan, menyampaikan rasa syukurnya karena kondisi teknis di lapangan memungkinkan pintu air dapat dioperasikan secara optimal.

“Alhamdulillah pagi ini pintu Kuro sudah dapat dibuka buang, dan terlihat kecepatan turunnya genangan di Bengawan Jero. Kemarin 76, pagi ini 72, turun 4 sentimeter. Semoga tetap berlanjut sampai tidak ada genangan di Bengawan Jero,” ujar Nalikan, Minggu (25/01/2026) pagi.

Ia juga berharap kondisi tinggi muka air di bagian hilir tetap stabil agar pintu air bisa terus dibuka dan sisa genangan dapat mengalir menuju laut.

“Semoga pintu air Kuro bisa terus dibuka agar debit air di kawasan permukiman dan lahan pertanian warga bisa segera normal kembali,” tambahnya.

Sementara itu, pintu air yang berada di Desa Jatirenggo, Kecamatan Glagah, tersebut terus mendapat pengawasan ketat. Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Lamongan secara intensif memantau kondisi debit air.

Penurunan elevasi air sebesar 4 sentimeter dinilai cukup signifikan dan berpotensi mempercepat pengeringan lahan, selama tidak terjadi hujan deras dalam waktu dekat.

Nalikan menegaskan, pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam menangani banjir Bengawan Jero. Selain fokus pada upaya teknis pengendalian air, perhatian terhadap warga terdampak juga terus dilakukan, termasuk pendistribusian bantuan yang telah disalurkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *