Anjar Dwi Pradipta Tutup Usia, Dunia Jurnalistik Lamongan Berduka

Peristiwa45 Dilihat

Kabar Lamongan – Dunia jurnalistik Kabupaten Lamongan berduka. Anjar Dwi Pradipta, wartawan foto Radar Lamongan, menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu malam, 27 Mei 2026. Kepergiannya di usia 37 tahun menorehkan kesedihan yang dalam, bagi keluarga, sesama rekan jurnalis, hingga jajaran Pemkab Lamongan.

Sejak Rabu malam hingga Kamis pagi, rumah duka tak pernah sepi. Para pelayat silih berganti datang memberikan penghormatan terakhir.

Rekan-rekan jurnalis dari berbagai media tampak hadir, dan suasana haru terasa begitu kental. Bagi mereka, Anjar bukan sekadar rekan kerja. ia adalah sosok yang hangat, rendah hati, dan selalu hadir dengan semangat setiap kali bertugas di lapangan.

Selama belasan tahun berkarier, Anjar dikenal sebagai jurnalis foto yang berdedikasi tinggi. Kameranya hampir tak pernah lepas dari lehernya. Lewat bidikan lensanya, ia mengabadikan berbagai momen penting di Lamongan, mulai dari kegiatan pemerintahan, proses pembangunan daerah, hingga keseharian masyarakat biasa.

Candaan dan semangatnya di sela-sela liputan juga kerap menjadi penyegar suasana bagi rekan-rekan yang meliput bersamanya.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, turun langsung ke rumah duka untuk melepas jenazah almarhum menuju tempat peristirahatan terakhir. Ia menyebut Anjar sebagai salah satu insan pers terbaik yang pernah dimiliki Lamongan.

“Beliau merupakan wartawan yang baik dan pekerja keras. Dedikasinya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sangat luar biasa. Kami turut berduka dan mendoakan semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Yuhronur, Kamis (28/05/2026).

Di luar dunia jurnalistik, Anjar juga dikenal sebagai penggemar sepak bola. Kecintaannya terhadap olahraga itu membuatnya mudah akrab dengan siapa saja dan semakin diterima di berbagai lingkaran pergaulan.

Kini, bidikan kamera Anjar Dwi Pradipta memang telah berhenti untuk selamanya. Namun, semangat, dedikasi, dan karya-karya jurnalistiknya akan terus hidup dalam ingatan rekan-rekan media dan masyarakat Lamongan. Selamat jalan, Anjar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *