Angka Stunting di Lamongan Turun ke 6,9%, Strategi Tangani Stunting Jadi Sorotan

Peristiwa136 Dilihat

Kabar Lamongan – Angka stunting di Kabupaten Lamongan berhasil menurun tajam dari 27,5 persen pada 2022 menjadi hanya 6,9 persen di 2024. Penurunan angka stunting di Lamongan ini menarik perhatian daerah-daerah lain, termasuk Wabup Banjar dan Wakil Walikota Salatiga.

Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al-Habsy dan Wakil Walikota Salatiga, Nina Agustin datang berkunjung ke Lamongan, Kamis (09/04/2026). Keduanya diterima langsung oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara di ruang kerjanya.

Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Namun, memiliki tujuan yang sangat jelas, yakni kaji tiru percepatan penurunan stunting. Dirham sendiri saat ini menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Lamongan.

Dalam pertemuan itu, Mas Dirham—sapaan akrab Dirham Akbar Aksara—membeberkan sejumlah program yang selama ini menjadi andalan Lamongan. Mulai dari pendampingan kader, Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Gerakan 1-10-100, hingga Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.

Ada pula Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), Gerakan Ferrameg (FE Hari Rabu Megilan), dan Sadel Cepak program Desa Model untuk Pencegahan Perkawinan Anak. Menurut Mas Dirham, keberhasilan program-program tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak.

“Tentu untuk keberhasilan program-program ini juga butuh kerja sama yang baik dari berbagai pihak, dengan pemerintah desa, dengan pengusaha juga yang bisa diajak sebagai salah satu orang tua asuh. Perlu terus dipantau dan dilakukan evaluasi, dimapping juga karena kadang bisa salah sasaran,” jelasnya.

Mas Dirham bahkan mengaku dirinya sendiri ikut terjun sebagai salah satu orang tua asuh dan masih rutin menerima laporan perkembangan anak asuhnya.

“Jadi ada laporannya, saya juga masih memperoleh laporan terkait penambahan atau pengurangan berat badan hingga tinggi badan anak asuh stunting saya,” ungkapnya.

Di penghujung pertemuan, ia berharap apa yang dibagikan pada pertemuan ini bisa jadi pelajaran berharga bagi daerah lain.

“Perlu komitmen bersama, semoga apa yang kami bagikan hari ini dapat menjadi best practices yang bisa pula dilaksanakan di wilayah Bapak/Ibu dan dapat berdampak pada penurunan angka stunting,” pungkas Mas Dirham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *