Kabar Lamongan – Siapa sangka kebiasaan membaca cerita di Wattpad bisa mengantarkan seseorang menjadi penulis berprestasi? Itulah yang Almeput alami. Penulis muda yang akrab disapa Mel itu memulai perjalanan menulisnya lewat Wattpad.
Pertama kali ia kenal dengan aplikasi tersebut saat masih duduk di bangku SMP. Saat itu, seorang teman memperkenalkannya pada aplikasi tersebut. Selama bertahun-tahun, Mel menikmati posisinya sebagai pembaca. Barulah setelah lulus SMA pada 2022, ia memutuskan untuk mencoba menulis sendiri.
Setahun kemudian, ia memberanikan diri mengirimkan naskah ke Halo Penulis untuk pertama kalinya. Tak ia sangka, naskah itu langsung lolos. Keberhasilan pertama itu rupanya memantik semangatnya untuk terus tumbuh.
“Lama-kelamaan saya jadi ketagihan pengin ikutan terus,” ungkapnya.
Menulis di Sela Kesibukan
Keseharian Mel cukup beragam. Selain menulis, ia juga membuat konten menggambar dan menyulam, sembari membantu menjaga toko milik budenya. Ia juga seorang penggemar K-Pop—khususnya Treasure, Babymonster, dan Blackpink—serta gemar menonton drama, serial, film, dan anime.
Padatnya aktivitas itu tidak lantas menghambat proses menulis. Mel punya cara tersendiri dalam mengatur waktu. Ia menuntaskan urusan toko lebih dulu, lalu mengerjakan naskah di sela-sela waktu menunggu pembeli. Ketika sedang fokus mengikuti lomba, kegiatan lain seperti menyulam dan menggambar ia tunda untuk sementara.
Inspirasi dari Hal-Hal Terdekat
Mel mengaku sebagian besar karyanya lahir dari pengalaman pribadinya sendiri, meski ia menyebut hal itu dengan sedikit rasa malu.
Selain itu, imajinasi dan interaksi sehari-hari dengan orang-orang di sekitarnya juga kerap menjadi sumber ide. Untuk membangun karakter tokoh agar semakin kuat, ia terbiasa membaca artikel tentang kepribadian seperti MBTI dan zodiak.
Kendala saat Proses Menulis
Perjalanan Mel tidak lepas dari hambatan. Di awal kepenulisannya, ia terkendala perangkat—ponselnya belum mendukung pembuatan file dokumen berformat halaman. Oleh karena itu, ia harus mengandalkan bantuan teman yang memiliki laptop untuk mengedit naskahnya.
Meski merasa tidak enak hati, Almeput bersyukur teman-temannya dengan senang hati memberikan bantuan. Tantangan lain datang dari proses penulisan itu sendiri. Mencari kata yang tepat agar kalimat terasa mengalir dan enak terbaca bukanlah hal yang mudah.
Ia sering membuka KBBI dan tesaurus, bahkan melihat contoh penggunaan kalimat, demi menemukan padanan yang pas. Rasa ragu terhadap tulisannya sendiri juga kerap muncul.
Oleh sebab itu, sebelum mengirimkan naskah, Mel selalu meminta teman untuk membaca dan memberikan masukan, mulai dari typo, adegan yang kurang jelas, hingga hal-hal kecil yang terlewat.
Dukungan dari lingkungan sekitarnya memang menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanannya. Tidak hanya membantu mengedit, teman dan keluarganya bahkan aktif berbagi informasi seputar event lomba kepenulisan.
“Saya nggak bakalan sampai titik ini kalau bukan karena dukungan mereka yang selalu excited dengan karya-karya saya,” tuturnya.
Pencapaian dan Karya Paling Berkesan
Selama tiga tahun aktif di Halo Penulis, Mel telah menorehkan sejumlah pencapaian. Ia meraih penghargaan sebagai Penulis Terbaik 3 pada perayaan ulang tahun ketiga Halo Penulis, juara 3 di event LM B10 Vol2.
Selain itu, ia juga menjadi penulis terpilih dalam delapan antologi dari berbagai batch, yaitu LM B6, LM B15, LM B19, LM B03 Vol2, MB B06 Vol2, LM B08 Vol2, LM B20 Vol2, dan LM B01 Vol3.
Dari semua karya yang pernah ia tulis, satu judul yang paling berkesan adalah Senja Kala—cerpen yang mengantarkannya meraih juara 3 di event LM B10 Vol2. Karya ini istimewa karena itu adalah kali pertama Mel menulis cerita dengan akhir yang menyedihkan.
Untuk menghayati perasaan tokohnya, ia banyak mendengarkan lagu-lagu Treasure yang bertemakan patah hati dan perpisahan, lalu mencoba merasakan sendiri apa yang mungkin sang karakter alami. Proses itu ternyata cukup berat secara emosional.
Dari sana, ia sampai pada sebuah kesimpulan yang ia tuangkan dalam cerita, Kesimpulan itu adalah kehilangan orang yang dicintai untuk selamanya terasa jauh lebih menyakitkan daripada melihatnya bersama orang lain.
Bagi Almeput, menulis memang bukan sekadar kompetisi. Ia menganggapnya sebagai bentuk healing. Menulis merupakan cara mengungkapkan perasaan dan pikiran yang sulit tersampaikan lewat ucapan.
Alasan Memilih Halo Penulis
Ketika ditanya mengapa ia memilih Halo Penulis di antara banyak event kepenulisan yang ada, Mel menjawab dengan jujur, salah satunya karena pendaftarannya gratis. Namun, lebih dari sekadar itu, ia menilai proses penyelenggaraannya berjalan dengan baik.
Syarat dan ketentuan dijelaskan secara rinci, admin cepat merespons pertanyaan dan bersikap ramah, serta pengiriman buku hadiah selalu datang sesuai estimasi waktu yang dijanjikan. Pengalaman pertama yang positif itulah yang membuatnya terus kembali.
“Saya sangat berterima kasih pada Halo Penulis dan Detak Pustaka yang memberi saya pengalaman pertama yang baik dalam mengikuti event lomba kepenulisan,” ucapnya.
Sebuah perjalanan yang bermula dari kebiasaan membaca, kini telah membawa Almeput pada pencapaian yang ia sendiri mungkin tidak bayangkan sebelumnya.







