AITOMA Sabet Juara 2 di HUT ke-76 BTN, Inovasi Energi Pintar Karya Pemuda Lamongan Jadi Sorotan

Bisnis79 Dilihat

Kabar Lamongan – Pemuda asal Lamongan, Muhammad Hariz Izzuddin, menorehkan prestasi yang membanggakan. Melalui perusahaan rintisannya, PT Hayago Robotika Indonesia (AITOMA), ia berhasil meraih Juara 2 pada kategori House Technology Innovation–Established Business dalam ajang BTN Housing Preneur.

Penghargaan tersebut diserahkan pada puncak perayaan HUT ke-76 BTN yang digelar di Jakarta. Capaian ini bukanlah hasil yang instan. AITOMA harus melewati proses seleksi yang sangat kompetitif. Tercatat ada 1.170 proposal inovasi dari berbagai daerah di Indonesia yang masuk dalam ajang tersebut.

Dari ribuan ide yang diajukan, hanya 58 inovator terbaik yang berhasil melaju ke tahap akhir dan mendapatkan kesempatan mempresentasikan solusi teknologi hunian masa depan mereka.

Dalam kompetisi tersebut, Hariz bersama timnya mengusung Smart Home Energy Solution, sebuah sistem pengelolaan listrik berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Inovasi ini dirancang untuk membantu pengguna memantau konsumsi listrik secara real-time sekaligus mendeteksi perangkat elektronik yang berpotensi boros energi.

Tak hanya itu, teknologi yang dikembangkan AITOMA juga mampu memprediksi kemungkinan lonjakan tagihan listrik sebelum benar-benar terjadi di akhir bulan. Dengan begitu, pengguna dapat melakukan langkah antisipatif untuk menekan biaya.

Sebagai CEO AITOMA, Hariz menjelaskan bahwa sistem kecerdasan buatan yang mereka bangun mampu memberikan efisiensi energi secara signifikan.

“Sebagian besar pemborosan listrik terjadi tanpa disadari. Kami ingin listrik bukan hanya menjadi beban biaya bulanan, tetapi sesuatu yang bisa dikelola secara cerdas. Dengan sistem kami, potensi penghematan bahkan bisa mencapai hingga 40 persen,” ujar Hariz, Rabu (18/02/2026).

Secara teknis, ekosistem teknologi AITOMA terdiri atas dua perangkat utama yang saling terhubung melalui jaringan cloud. Perangkat pertama adalah stopkontak pintar yang dapat memantau konsumsi listrik pada masing-masing perangkat elektronik, khususnya perangkat berat seperti AC, kulkas, dan pompa air.

Sementara itu, perangkat kedua berupa sensor panel listrik yang berfungsi memonitor penggunaan energi dalam skala satu rumah secara menyeluruh, bahkan hingga kawasan perumahan multi-unit. Seluruh data yang terkumpul kemudian diproses oleh sistem analitik berbasis AI dan ditampilkan melalui aplikasi ponsel.

“Seluruh data dikirim ke aplikasi berbasis cloud yang dilengkapi analitik AI. Pengguna dapat melihat pola konsumsi harian, bulanan, hingga proyeksi biaya listrik ke depan. Sistem ini juga dirancang non-intrusive, mudah dipasang, dan fleksibel diterapkan mulai dari satu rumah hingga kawasan perumahan,” jelas Hariz.

Keberhasilan di tingkat nasional ini menjadi bukti bahwa inovator muda dari daerah mampu bersaing di panggung besar. Bagi Hariz, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga validasi bahwa solusi teknologi dari daerah memiliki daya saing kuat.

Ia pun berharap inovasi yang dikembangkan AITOMA dapat berkontribusi dalam mendorong transformasi hunian pintar di Indonesia.

“Kami ingin AITOMA menjadi bagian dari transformasi smart housing di Indonesia. Hunian masa depan bukan hanya soal bangunan, tetapi bagaimana energi di dalamnya dikelola secara cerdas dan efisien,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *