Ilustrasi motor terparkir. DPRD desak Dishub Lamongan maksimalkan retribusi parkir. (pexels.com/Markus Winkler).Kabar Lamongan – Komisi C DPRD Lamongan mendesak agar pendapatan dari retribusi parkir bisa mencapai target yang telah ditetapkan. Selain itu, mereka juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan segera mencari solusi atas keluhan masyarakat terkait masih adanya penarikan pembayaran di lokasi parkir, meski warga sudah membayar retribusi parkir berlangganan saat mengurus pajak kendaraan.
Ketua Komisi C DPRD Lamongan, Mahfud Shodiq, mengungkapkan bahwa hingga saat ini realisasi retribusi parkir baru mencapai 72,78 persen. Oleh karena itu, ia menegaskan agar Dishub bekerja maksimal untuk memenuhi target hingga seratus persen.
“Target retribusi sudah ditentukan, jadi tidak ada alasan untuk tidak terpenuhi. Kami minta Dishub bekerja secara optimal,” ujarnya.
Mahfud juga menyampaikan bahwa persoalan parkir ini cukup kompleks karena banyak keluhan dari masyarakat. Salah satu yang paling sering muncul adalah anggapan bahwa mereka tidak seharusnya membayar lagi ketika parkir, sebab retribusi berlangganan sudah dibayarkan saat perpanjangan pajak kendaraan.
“Ini yang harus dibenahi. Jangan sampai masyarakat merasa sudah bayar, tapi masih ditarik lagi. Area mana saja yang termasuk parkir berlangganan juga harus diperjelas agar tidak ada yang dirugikan,” tambahnya.
Anggota Komisi C DPRD Lamongan, Umar Buwang, menuturkan bahwa pihaknya akan melakukan kajian ulang bersama dinas terkait. “Nanti kami akan minta waktu ke Dishub Lamongan untuk memaparkan persoalan ini,” ujarnya.
Sementara itu, warga Lamongan bernama Novriandi Joshua, turut mengungkapkan kekecewaannya. Ia merasa sudah membayar retribusi parkir berlangganan saat memperpanjang STNK, namun tetap diminta membayar ketika parkir.
“Ya kecewa. Harapannya kalau sudah ada tulisan area parkir berlangganan, ya tidak ditarik lagi,” keluhnya.
Kepala Dishub Lamongan, Dianto Hari Wibowo, menjelaskan bahwa hingga Selasa (11/11/2025), realisasi retribusi parkir baru mencapai 72,78 persen terhitung sejak Januari. Target retribusi parkir berlangganan tahun ini sebesar lebih dari Rp8,9 miliar, sementara retribusi parkir harian ditetapkan sebesar Rp305 juta.
Dianto menerangkan bahwa realisasi pendapatan untuk parkir berlangganan telah mencapai Rp6,5 miliar, sedangkan pendapatan dari parkir harian berada di angkaRp 234 juta.
“Untuk parkir harian, sebisa mungkin kami upayakan agar target bisa tercapai,” ujarnya.
Tidak ada komentar