Depresi Asmara, 2 Warga Alami Gangguan Jiwa

pasung-copy

Kabarlamongan – Peristiwa – Kabupaten Lamongan  ternyata belum bebas pasung, terbukti hingga akhir bulan september ini  tercatat masih ada 7 dari 16  penderita gangguan jiwa yang dilakukan pemasungan oleh pihak keluarga.

 

Menurut petugas pendamping pasung propinsi jawa timur, Rozim,  hingga akhir bulan september ini, tercatat masih ada 7 penderita gangguan jiwa yang dipasung akibat beberapa factor, mulai dari faktor ekonomi hingga depresi asmara.

 

Petugas pendamping pasung yang juga menjabat sebagia kepala desa Bulutigo, Kecamatan Laren ini mengaku juga melibatkan sejumlah pihak, seperti dinas kesehatan dan dinas sosial untuk mensukseskan Lamongan bebas pasung ditahun 2016 ini, “kami berkoordinasi bersama dinas kesehatan dan dinas social (Dinsos) untuk membebaskan pasung,”katanya.

 

Selain kakinya dirantai,  kondisi penderita gangguan jiwa ini cukup memprihatinkan, M-Zsalah satunya, salah satu warga Desa Payaman Kecamatan Solokuro ini terpaksa dilakukan pemasungan dengan cara diratai pada kedua kakinya  selama lebih dari dua puluh tahun karena sering mengamuk.

 

Menurut perangkat desa piyaman, Habib sholeh, M-Z mulai mengalami gangguan jiwa sejak 20 tahun silam lantaran faktor asmara, “kemungkinan, gagalnya  membina rumah tangga menjadi pemicu M-Z mengalami depresi, ucapnya.

 

Selain  M-Z, kondisi serupa juga dialami A-N (29)  warga Dusun Jetak Desa Paciran Kecamatan Paciran  yang dikurung dalam sebuah tempat sederhana ditengah lahan Siwalan oleh keluarganya lantaran sering ngamuk.