TTP Banyubang Targetkan 10 Ton Jagung Perhektar

jagung-copy

Kabarlamongan – Ekonomi – Peningkatan produktivitas jagung di Lamongan menjadi 10 ton perhektar sudah akan bisa dicapai di tahun pertama, yakni di musim tanam 2016/2017. Itu tergambarkan dari road map yang disusun untuk pembangunan kawasan pertanian jagung modern tahun 2016-2019.

 

Prof Muh Cholil Mahfud, yang merupakan pembuat  road map,  peneliti utama pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur menyebutkan di tahun pertama, produktivitas jagung Lamongan di lima kecamatan sudah bisa naik 72,1 persen. Dari yang semula rata-rata 5,81 ton perhektar, menjadi 10 ton perhektar.

 

Itu bisa dilakukan, kata Cholil karena riset untuk itu sudah ada, teknologi tersedia, sehingga tinggal pelaksanaannya saja.

 

Cholil kemudian menyebut sejumlah langkah sederhana penggunaan pupuk organik sesuai kebutuhan dan pola tanam jajar legowo, yang sebenarnya sudah diterapkan di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Desa Banyubang/Solokuro, namun belum sempurna.

 

“Selain petani belum cukup disiplin untuk memberikan pupuk organik maupun pupuk anorganik sesuai kebutuhan, pola tanam jajar legowo juga belum secara sempurna diterapkan. Selain itu, penggunaaan benih unggul selama ini belum disesusaikan dengan kondisi tanah di masing-masing wilayah yang tentu tidak sama, “ katanya saat di Aula Gedung TTP Banyubang.

 

Menurut dia, produktivitas jagung di Lamongan rendah karena selama ini pengolahan tanah minimal, pemberian pupuk organik sedikit dan penggunaan varietas yang beragam. Selain itu, kebiasaan petani meletakkan pupuk hanya di permukaan tanah, serangan hama, serta panen manual yang membuat kehilangan produksi mencapai lebih dari 7 persen menjadi faktor rendahnya produktivitas.

 

Dengan penerapan langkah-langkah tersebut, sambungnya, serta ditambah pengolahan tanah secara sempurna, tanam serentak, serta penggunaan alat combine harvester untuk efektifitas panen, target produktivitas 10 ton perhektar sudah bisa dicapai di tahun 2016/2017 di lima kecamatan.

 

“Ini nantinya akan dimulai di TTP Desa Banyubang Kecamatan Solokura. Kemudian menyebar, diterapkan di seluruh kecamatan di Lamongan dalam waktu tiga tahun, “ ujarnya.