TPS Tengah Kota Merusak Citra Kota Adipura Kirana

TPS Tengah Kota Merusak Citra Kota Adipura KiranaReviewed by kabar lamonganon.This Is Article AboutTPS Tengah Kota Merusak Citra Kota Adipura KiranaKabar – Peristiwa – Adanya tempat penampungan sampah (TPS) yang berada di dalam kota Lamongan banyak dikeluhkan warga serta penguna jalan, selain menimbulkan bau yang tidak sedap, keberadaan TPS dalam kota ini juga merusak citra kota Adipura Kirana yang Bupati Fadeli beberapa hari lalu Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam rangka Hari Lingkungan Hidup 2016 […]

tps copy

Kabar – Peristiwa – Adanya tempat penampungan sampah (TPS) yang berada di dalam kota Lamongan banyak dikeluhkan warga serta penguna jalan, selain menimbulkan bau yang tidak sedap, keberadaan TPS dalam kota ini juga merusak citra kota Adipura Kirana yang Bupati Fadeli beberapa hari lalu Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam rangka Hari Lingkungan Hidup 2016 di Lapangan Istana Siak, Siak Sri Indrapura, Riau.

Seperti TPS yang berada di jalan Ahmad Dahlan, Penumpuknya sampah yang berdekatan dengan Dinas Pendidikan ini juga dikhawatirkan warga dapat menimbulkan penyakit gatal-gatal atau gangguan pernapasan. “setiap melewati TPS ini saya selalu menahan nafas karena tidak kuat menahan baunya,’ kata Feri, salah satu warga.

Kondisi serupa juga terjadi di tempat penampungan sampah di Jalan Pahlawan dan Jalan Kusubangsa. Bahkan di Jalan Kusuma Bangsa, keberadaan TPS sangat dekat dengan deretan penjual makanan serta pasar burung. “Kami sangat terganggu,karena setiap hari harus menghirup bau sampah yang busuk,” ujar Iin salah satu penjaga warung di Pasar Burung.

Salah satu lembaga pemerhati lingkungan Direktur Hijau Institut Lamongan, Dedik Wijaya, menyebutkan tempat penampungan sampah tersebut betolak belakang dengan Piala Adipura Kencana.

“Makanya Pemkab Lamongan harus segera  bertindak cepat untuk melakukan pemindahan tempat penampungan  sampah sementara tersebut. Yang pada intinya bau tidak sedap dan menyengkat yang muncul akibat tumpukan sampah sangat  mengangu warga karena keberadaanya dekat dengan pemukiman dan tempat penjualan makanan”, katanya.