Anak UGM Boyong Hadiah Rp 100 Juta

Anak UGM Boyong Hadiah Rp 100 JutaReviewed by adminon.This Is Article AboutAnak UGM Boyong Hadiah Rp 100 JutaKABAR-net – Tahap akhir kompetisi inovasi teknologi Samsung IdeaAction akhirnya menemukan pemenangnya. Taskanizer, aplikasi besutan tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, memboyong hadiah juara pertama senilai Rp 100 juta. Regina Venska, Bagus Avianto Putra dan Kristian Sandratama sukses memukau para juri kompetisi Samsung IdeAction dengan ide pengorganisasian dan koordinasi sebuah event secara real time melalui […]
Tahap akhir kompetisi inovasi teknologi Samsung IdeaAction akhirnya menemukan pemenangnya

Tahap akhir kompetisi inovasi teknologi Samsung IdeaAction akhirnya menemukan pemenangnya

KABAR-net – Tahap akhir kompetisi inovasi teknologi Samsung IdeaAction akhirnya menemukan pemenangnya. Taskanizer, aplikasi besutan tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, memboyong hadiah juara pertama senilai Rp 100 juta.

Regina Venska, Bagus Avianto Putra dan Kristian Sandratama sukses memukau para juri kompetisi Samsung IdeAction dengan ide pengorganisasian dan koordinasi sebuah event secara real time melalui Taskanizer.

Tim juri yang terdiri dari Marketing Director IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia Vebbyna Kaunang, VP Research & Development Samsung Electronic Indonesia Alfred Boediman, Peneliti Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI Abdul Hapid, Founder OMG! Creative Consulting Yoris Sebastian dan Founder DailySocial Rama Mamuaya, sepakat menilai Taskanizer paling menonjol dibandingkan 717 aplikasi lain yang dilombakan dalam kompetisi ini.

“Mereka berangkat dari masalah di lingkungan mereka. Memecahkan masalah satu UGM, tapi bisa diaplikasikan secara luas di luar itu nantinya. Untuk event apa saja. Satu hal lagi yang buat saya terkesan, mereka presentasinya yang paling siap. Well prepared,” kata salah satu juri Yoris Sebastian, tadi malam usai pengumuman pemenang Samsung IdeAction di Ice Palace, Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Selasa (28/6/2016).

Juri lainnya, Peneliti Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI Ir. Abdul Hapid menambahkan, dari 718 proposal yang masuk, tim juri perlu waktu cukup lama menentukan tujuh finalis, dan akhirnya memilih tiga pemenang utama.

Tim juri dikatakannya harus memastikan karya yang didaftarkan bukan plagiat dan belum pernah diikutsertakan di kompetisi lain. Karena ini kompetisi ide, nilai kebaruan sangat penting.

“Tujuan mereka pun harus jelas. Dan kami menemukan Taskanizer itu ada nilai pembedanya. Ada juga nilai komersil yang tidak ditemukan di aplikasi lain, Paling cepat bisa diaplikasikan, tepat sasaran. dan masuk kategori ide original,” jelasnya.

“Kalau di event itu panitia repot komunikasi pakai ponsel, handy talky, lalu sebentar-sebentar lihat rundown. Belum lagi kalau harus ada yang diubah. Taskanizer menggabungkan semua itu. Misalnya kalau ada rundown yang tiba-tiba berubah, mereka bisa langsung kasih tahu di aplikasi. Gak perlu juga bawa banyak perangkat komunikasi. Cukup dari ponsel,” kata Regina.

Beberapa fitur di aplikasi ini antara lain free call untuk menggantikan fungsi handy talky, update rundown atau informasi secara real time, dan track location untuk mencari salah seorang panitia event ketika dibutuhkan.

Taskanizer saat ini masih dalam tahap 40% pengembangan. Usai kompetisi, mereka akan mendapat bimbingan khusus untuk merampungkan aplikasi tersebut hingga menjadi produk jadi dan masuk dalam Google Play Store.

Sebagai mahasiswa tingkat akhir, ketiganya berkejaran dengan waktu untuk menyusun skripsi dan mengembangkan aplikasi ini. Meski demikian, diakui Regina hal itu justru membuat proses pengembangan aplikasi berjalan seru.

“Tantangannya mungkin bagi waktu antara bimbingan skripsi dan pengembangan aplikasi. Sampai kurang tidur juga. Kita juga perlu resources terutama programmer. Saya dan Bagus basicnya Teknik Industri, lebih ke ide. Sedangkan untuk eksekusi yang ngerti Kristian, dia programmernya,” papar Regina.

Salah satu juri Yoris Sebastian menilai, Taskanizer memecahkan masalah yang ada di sekitar mereka, dan bisa dipakai secara luas nantinya.

Selain mengantongi beasiswa pendidikan senilai Rp 100 juta, sebagai juara pertama kompetisi Samsung IdeAction, Regina, Bagus dan Kristian mendapat kesempatan mengunjungi Samsung Innovation Museum dan mencuri ilmu dari para ahli R&D Samsung di Korea Selatan.

Mereka juga masing-masing diberi satu unit Galaxy S7 Edge dan satu unit Gear VR, serta produk Samsung untuk fasilitas kampus mereka senilai Rp 100 juta.

Tak hanya Taskanizer yang berbangga menjadi pemenang kompetisi Samsung IdeAction. Di posisi kedua ada Fit Me besutan Dita Utami Putri dan Exclesia K dari Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Ilmu Komputer

Karya ini merupakan hardware dan aplikasi yang mempermudah pengembang hardware untuk menghubungkan perangkatnya ke internet (IoT) dan mengontrolnya melalui smartphone. Galih diganjar dana pendidikan Rp 60 juta dan 1 unit Samsung Galaxy A